67 Perusahaan Fintech yang Sudah Mendaftar di OJK Akan Dibagi di Tujuh Kluster

OJK akan melakukan klustering terhadap 67 perusahaan financial technology (fintec) yang sudah mendaftar. Nanti akan ada 7 kluster. Apa saja?

67 Perusahaan Fintech yang Sudah Mendaftar di OJK Akan Dibagi di Tujuh Kluster
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Nuraida, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI bersalaman dengan Gubenur Jatim Soekarwo, saat hadir dalam kegiatan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Jawa Timur Tahun 2019 di Surabaya, Kamis (31/1/2019). 

Kemudian mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan kontribusi pembiayaan kepada sektor prioritas seperti industri ekspor, substitusi impor, pariwisata maupun sektor perumahan, dan industri pengolahan, Menyediakan akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil di daerah terpencil yang belum terlayani oleh Lembaga Keuangan Formal, serta mendorong inovasi industri jasa keuangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan memanfaatkan teknologi dalam proses kerja OJK dalam pengawasan lembaga jasa keuangan berbasis teknologi.

Selanjutnya, Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono menyatakan bahwa Industri Jasa Keuangan di Jawa Timur pada tahun 2018 menunjukan kinerja yang positif, sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

"Total aset 415 Bank yang beroperasi di Jawa Timur meningkat sebesar 7,9 persen sementara dana yang dihimpun meningkat 8,5 persen dan penyaluran kredit meningkat 10,4 persen," jelas Heru.

Selain itu, Pasar Modal Jawa Timur juga menunjukkan kinerja positif yang tercermin pada peningkatan jumlah investor saham sebesar 37,4 persen dan peningkatan investor Reksa Dana sebesar 73,5 persen.

Kinerja yang baik juga ditunjukkan oleh Industri Keuangan Non Bank di Jawa Timur, dengan pertumbuhan Pendapatan Premi Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum masing-masing sebesar 33,7 persen dan 23,1 persen serta pertumbuhan Piutang Perusahaan Pembiayaan sebesar 8,8 persen.

Heru juga menjelaskan bahwa OJK Regional 4 Jawa Timur telah melakukan upaya yang masif dan intensif untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur melalui fungsi Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta optimalisasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

"Edukasi kepada masyarakat dilaksanakan melalui 214 kegiatan sosialisasi serta penerbitan Buku Pintar Keuangan Syariah yang disusun bersama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur," jelas Heru.

Sementara itu, upaya peningkatan inklusi di Jawa Timur selama tahun 2018 dilakukan melalui, pendirian 9 LKMS Bank Wakaf Mikro di beberapa lokasi pondok pesantren untuk memberdayakan ekonomi masyarakat miskin di sekitar Pondok Pesantren dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir,

Perluasan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Program LAKU PANDAI) dengan jumlah agen yang meningkat signifikan sebesar 94,7 persen menjadi 144.093 agen. Kemudian pelaksanaan program Akses Keuangan Syariah Untuk Masyarakat Mandiri Berbasis Masjid (AKSI UMMAD) yang bertujuan memberikan akses keuangan kepada pelaku usaha mikro di sekitar masjid.

Peningkatan penyaluran kredit di sektor perikanan dan kelautan melalui program Jangkau, Sinergi dan Guidelines (JARING) mencapai Rp16,7 triliun dengan rasio NPL 0,99 persen, dan peningkatan pemberdayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 20,4 triliun atau tumbuh 24,6 persen.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved