Sosok
Potret Aisyah Putri Rahvy, Istikamah Menghafal Alquran
Hal pertama yang perlu dilakukan untuk menghafal Alquran adalah menyucikan niat semata-mata karena Allah SWT.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Tumbuh dalam keluarga yang religius, Aisyah Putri Rahvy (17) telah dikenalkan oleh orang tuanya untuk menghafal Alquran sejak SD. Namun, saat itu lanjut Aisyah, selama masa SMP dan SMA banyak godaan, maka hafalannya sedikit terbengkalai.
Memiliki kesempatan liburan kuliah akhirnya dimanfaatkan Aisyah memutuskan untuk mengikuti karantina tahfidz selama dua minggu di Kuningan, Jawa Barat. Karantina tersebut ia jalani selama 15 hari dimulai pada tanggal 23 Desember hingga 6 Januari lalu.
“Lingkungan karantina membuat santri yang ada disana terdorong untuk menghafal bersama kelompok dan ustadzahnya masing-masing. Kami menjadi semakin bersemangat hingga akhirnya kami berusaha untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan menghafal Alquran,” jelas gadis Kelahiran Magetan, 3 Agustus 2001.
Selama mengikuti karantina, gadis yang masuk Unair di usia 16 tahun ini berhasil menghafalkan delapan juz dengan melampaui target yang telah ditetapkan oleh panitia, yaitu lima juz.
“Awalnya, saya masih ragu untuk bisa mencapai target dalam kurun waktu dua minggu, yang efektifnya hanya sekitar sepuluh hari karena terpotong libur dan pengenalan metode menghafal,” ucap wakil satu duta Unair sekaligus Mawapres Fakultas Kesehatan Masyarakat tersebut.
Lingkungan yang mendukung menurut putri tunggal pasangan Rahmanto Sujudi dan Evy Sophia ini tidak menjamin akan terbebas dari godaan dalam menghafal.
Seperti ketika dirinya teringat akan masalah yang membuatnya tidak fokus, hingga menimbulkan rasa malas untuk melanjutkan hafalan.
“Kadang ngeluh karena merasa hafalannya susah banget, terlebih waktu menghafal ayat yang panjang,” ungkapnya.
Menurut Aisyah hal pertama yang perlu dilakukan untuk menghafal Alquran adalah menyucikan niat semata-mata karena Allah SWT.
Banyak orang yang mulai menghafal Alquran, namun niatnya sekedar untuk menyenangkan hati orangtua, mendapatkan beasiswa atau mendapatkan jodoh yang hafidz atau hafidzah.
“Percaya deh, memulai dengan niat lillahi ta’ala, insyaAllah akan lebih dimudahkan dan keinginan lainnya juga akan diijabah oleh Allah SWT,” ucap Aisyah.
Kemudian, dalam prosesnya Aisyah menganjurkan untuk menghafal sambil membaca terjemahan ayat yang sedang dihafal. Sehingga, selain hafal ayat Al-Qur’an itu sendiri, kita juga bisa memahami isi ayat yang dihafalkan.
“Metode hafalan tersebut juga dapat meminimalisir kemungkinan tertukarnya urutan ayat atau halaman yang dihafal,"urainya.
Terakhir Aisyah selalu berusaha untuk tetap istikamah dalam menghafal dan menjalani ibadah wajib dan sunah.
Menurut Aisyah, amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah yang dilakukan secara rutin.
Untuk itu, biasakan untuk menghafal atau mengulang hafalan secara rutin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/aisyah-putri-rahvy-alquran.jpg)