Berita Kediri

Polresta Kediri Ungkap Home Industri Pembuatan Makanan Tak Layak Konsumsi, Ini Produk yang Dibuat

Polresta Kediri mengungkap home industri UD Putri Keong di Jalan Raung, Kota Kediri, karena telah memproduksi makanan tidak layak edar.

Polresta Kediri Ungkap Home Industri Pembuatan Makanan Tak Layak Konsumsi, Ini Produk yang Dibuat
surya/didik mashudi
Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi memperlihatkan bahan baku pembuatan abon sapi tapi tidak ada kandungan daging sapi, Selasa (29/1/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Polresta Kediri mengungkap home industri UD Putri Keong di Jalan Raung, Kota Kediri, karena telah memproduksi makanan tidak layak edar. Produk yang dihasilkan banyak dijual di pasar tradisional di sejumlah kabupaten dan kota di Jatim, Selasa (29/1/2019).

Petugas mengamankan satu tersangka atas nama Maryono (60) pemilik UD Putri Keong. Dari hasil pengecekan petugas di Kantor BPM PTSP dan Kantor Dinkes Kota Kediri ternyata izin UD Putri Keong sudah kedaluwarsa sejak 2016.

Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di lokasi produksi sebuah rumah di Jalan Raung, Kota Kediri. Pelaku Maryono selain memproduksi bumbu tidak layak konsumsi juga melakukan repacking atau mengemas ulang untuk produk eceran.

Beberapa produk makanan tidak layak edar yang dipasarkan seperti abon sapi cap pesawat terbang, penyedap rasa dengan produk, saos raja, minyak wijen dan selai cap elang, pemanis cap tiga T, tepung jagung maizena cap Hawai dan kopi mocca rajawali.

Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi menjelaskan, petugas telah mengirimkan sampel dari produk yang dihasilkan UD Putri Keong ke tim Labfor Polda Jatim.

Produk makanan dan bumbu penyedap yang dihasilkan selain tidak memiliki izin edar juga dibuat tidak hiegienis sehingga tidak sesuai standar ketentuan undang-undang.

Pelaku bakal dijerat dengan UU RI no 18/2012 tentang Pangan yang ancaman hukumannya 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 4 miliar.

Selain itu juga dijerat dengan UU RI no 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

Sementara tersangka Maryono tidak dilakukan penahanan karena yang bersangkutan sedang sakit. Saat ini tersangka dalam perawatan di rumah sakit.

Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti yang dipakai untuk proses produksi berikut alat untuk melakukan packing.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved