Berita BUMN

BNI Hibahkan Skylift kepada Pemkot Surabaya, Alat Perantingan Pohon dan PJU Mati Banyak Musim Hujan

Hibah yang diserahkan pada Senin (28/1/2019) itu berupa Skylift, yang bisa dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk kegiatan perantingan pohon.

BNI Hibahkan Skylift kepada Pemkot Surabaya, Alat Perantingan Pohon dan PJU Mati Banyak Musim Hujan
surya.co.id/sri handi lestari
CEO BNI Kanwil Surabaya, Muhammad Jufri bersama Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat penyerahan hibah alat skylift di Taman Surya, Senin (28/1/2019) lalu.  

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau Bank BNI Kanwil Surabaya di awal tahun 2019 ini menyerahkan hibah pertama kepada Pemkot Surabaya. Hibah yang diserahkan pada Senin (28/1/2019) itu berupa Skylift, yang bisa dimanfaatkan Pemkot Surabaya untuk kegiatan perantingan pohon dan pemasangan lampu PJU (Penerangan Jalan Umum). 

CEO BNI Kanwil Surabaya Muhammad Jufri menjelaskan hibah Skylift ini bukan pertama kalinya dengan Pemkot Surabaya.

"Sebelumnya ada beberapa kali  hibah seperti truk sampah dan tangki. Kami berharap hubungan antara BNI dengan Pemkot Surabaya semakin erat ke depannya. Kami juga menyampaikan terimakasih karena selama ini BNI terus dipercaya oleh Pemkot Surabaya untuk terlibat dalam beberapa program atau administrasi keuangannya,” jelas Muhammad Jufri, Selasa (29/1/2019). 

Dalam kesempatan itu, BNI Kanwil Surabaya juga menyebutkan bila kerjasama adminitrasi keuangan dengan Pemkot Surabaya itu antara lain berupa layanan pembayaran pajak yang bisa melalui Bank BNI. Baik secara cashless melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan mesin EDC (Electronics Data Capture) ataupun eChannel seperti SMS Banking, Internet Banking & Mobile Banking.

Kerjasama ini sebagai bentuk perkembangan layanan dan upaya untuk memperkuat posisi BNI menjadi banking partner Pemerintah Kota Surabaya melalui smart city concept.

Sementara itu, penyerahan hibah yang dilakukan di halaman balaikota Surabaya, Taman Surya, diterima langsung oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. 

"Kami sangat berterima kasih atas kerjasama dengan BNI ini. Mengingat kebutuhan alat ini untuk proses perapian ranting pohon dan antisipasi lampu PJU mati di musim penghujan ini sangat besar," ungkap Risma. 

Sementara itu, disampaikan di tahun 2019 ini, secara nasional BNI menargetkan pertumbuhan kredit pada kisaran 13 persen -15 persen. Angka ini lebih rendah dibanding perolehan pertumbuhan kredit tahun lalu yang sebesar 16,2 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Perseroan juga mengharapkan laba naik hingga 13 persen -15 persen (yoy), LDR 88 persen - 90 persen (yoy), NIM 5,3 persen -5,4 persen, NPL 1,9 persen - 2 persen, dan DPK bertumbuh hingga 16 persen (yoy).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved