Berita Gresik

3 Minggu Tak Melaut Karena Cuaca Buruk, Nelayan Keluhkan Ini ke Pemkab Gresik

Sudah tiga minggu, nelayan di Gresik tidak melaut akibat cuaca buruk, hingga harus berutang untuk menyambung hidup

3 Minggu Tak Melaut Karena Cuaca Buruk, Nelayan Keluhkan Ini ke Pemkab Gresik
istimewa
perahu nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, tidak beraktivitas akibat cuaca buruk, Senin (29/1/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sudah tiga minggu, nelayan di Gresik tidak melaut akibat cuaca buruk. Gelombang setinggi 4 meter lebih membuat mereka memilih untuk tidak melaut karena sangat berisiko tinggi.

Aktivitas yang terjadi di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tampak sepi. Tidak ada aktivitas dari para nelayan. Biasanya PPI ramai dengan bongkar muat ikan, jual beli ikan kini tidak terlihat lagi. Beberapa nelayan lebih memilih memperbaiki alat tangkap mereka.

"Sejak tiga minggu kami berhenti melaut karena gelombang tinggi," ujar Syarif, salah satu nelayan Desa Campurejo.

Lanjut Syarif, ia memanfaatkan uang tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika cuaca buruk terus berlanjut tidak mungkin ia harus memutar otak agar dapur tetap mengepul.

Syarif yang juga Ketua Rukun Nelayan Desa Campurejo ini menuturkan para nelayan Gresik ini membutuhkan bantuan pemerintah, dalam hal ini Pemkab Gresik, untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

"Kami bahkan harus berutang untuk menyambung hidup keluarganya," ujarnya.

Staff Pengawas Perikanan Kementrian Kelautan di TPI Campurejo, Gresik, Marli, menambahkan tinggi gelombang di perairan utara Gresik dalam tiga minggu terakhir mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Bila masih nekat melaut, nelayan hanya bisa mencari ikan di sekitar pantai dan tidak berani jauh ke tengah laut karena sangat berisiko.

"Dari pantauan ini mulai sedikit berkurang. Semoga cuaca buruk segera berakhir agar nelayan bisa kembali beraktivitas," imbuh Marli.

Kasi Kenelayanan Dinas Perikanan Gresik, Zainal Abidin, mengaku pihaknya telah mengetahui keluhan dari para nelayan yang terpaksa berhenti aktivitas.

Tak tanggung-tanggung sudah dua kali telah mengajukan usulan pemberian sembako kepada nelayan.

"Hingga saat ini belum ada tindaklanjutnya," tandas Zainal.

Laporan wartawan Tribunjatim.com, Willy Abraham

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved