Arema Malang

Cara Manajemen Arema FC Bebaskan 2 Tokoh Aremania Yuli Sumpil dan Fandy dari Jeratan Hukum PSSI

Cara Manajemen Arema FC Bebaskan 2 Tokoh Aremania Yuli Sumpil dan Fandy dari Jeratan Hukum PSSI

Cara Manajemen Arema FC Bebaskan 2 Tokoh Aremania Yuli Sumpil dan Fandy dari Jeratan Hukum PSSI
Surabaya.Tribunnews.com/Ndaru Wijayanto
Aremania masuk ke lapangan ketika peluit babak pertama dibunyikan di laga Arema FC vs Persebaya pada Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (5/5/10/2018). Suporter tersebut tampak menantang kiper Persebaya 

SURYA.co.id | MALANG - Manajemen Arema FC akan berjuang keras dan meminta kepada PSSI Supaya dua tokoh Aremania, Yuli Sumpil dan Fandy supaya dibebaskan dari jerat hukuman PSSI. 

Status Yuli Sumpil dan Fandy yang merupakan tokoh Aremania itu terkena sanksi seumur hidup dari Komdis PSSI. Kedua Aremania itu dirarang masuk stadion di Indonesia lantaran ulahnya saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1 2018 lalu.

Manajemen Arema FC akan berusaha meminta ke PSSI supaya mengampuni dan membebaskan hukuman Yuli Sumpil dan Fandy.

Supaya peminatan itu bisa dikabulkan PSSI, manajemen Arema FC akan memanggil Yuli Sumpil dan Fandy guna diajak bicara.

"Pekan ini kami akan memanggil Yuli Sumpil dan Fandy untuk melakukan komunikasi," kata Sudarmaji, Media Officer Arema FC, Senin (28/1/2019).

Sudarmaji menjelaskan, keputusan manajemen untuk mengajukan banding agar keduanya terbebas dari hukuman seumur hidup yang didapat, ialah karena Yuli sumpil dan Fandy dinilai telah memperlihatkan sikap positif selama dihukum.

"Modal kami dalam melakukan banding ini adalah perilaku positif. Selama ini terhukum tidak ada aktivitas yang merugikan semua pihak, seperti upaya masuk secara paksa ke stadion saat dihukum. Selain itu, kami juga menyusun program sosialisasi perilaku positif suporter agar kedepan semakin baik dan tidak terulang," jelasnya.

"Ketiga, kami membawa tulisan dari media yang kami kliping dan itu menjadi bagian terpenting untuk menyakinkan federasi (PSSI) bahwa Aremania mulai berubah menjadi lebih baik untuk menjunjung tinggi sportivitas," tambah mantan wartawan itu.

Seperti diketahui, Yuli Sumpil dan Fandy masuk ke lapangan serta melakukan provokasi pada pemain Persebaya yang tengah melakukan 'warming up' hingga nyaris terlibat perkelahian dengan Alfonsius Kelvan kiper Bajul Ijo.

Selain kedua suporter itu mendapat hukuman seumur hidup, Arema FC juga mendapat sanksi berupa denda Rp 100 juta dan sanksi menggelar pertandingan tanpa penonton hingga kompetisi usai.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved