Pileg 2019

Alasan Gus Andi, Seorang Dosen yang Putuskan Maju Caleg DPR RI dari Partai Golkar

Andi Budi Sulistijanto saat ini tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) 1 (Surabaya-Sidoarjo) dari Partai Golkar.

Alasan Gus Andi, Seorang Dosen yang Putuskan Maju Caleg DPR RI dari Partai Golkar
surya.co.id/bobby constantine koloway
Andi Budi Sulistijanto calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) 1 (Surabaya-Sidoarjo) saat bertemu masyarakat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Andi Budi Sulistijanto saat ini tercatat sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) 1 (Surabaya-Sidoarjo) dari Partai Golkar.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini merupakan putra asli Jawa Timur yang lahir di Kota Surabaya.

Tak banyak yang tahu latar belakang akademisi Gus Andi (sapaan Andi). Padahal, keseharian alumnus program doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta ini banyak dihabiskan menjadi dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Palembang. Selain itu, ia juga sering menjadi dosen tamu di berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Lulusan Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta ini mengatakan bahwa terjun ke dunia politik harus memiliki modal integritas. Integritas bisa didapat dari akademisi atau pengalaman studi.

Artinya, dosen salah satu profesi yang teruji memiliki integritas tinggi. Dengan modal integritas, seorang politisi akan memiliki moral yang bagus.

"Jadi kalau moralnya baik, maka dia bisa memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar caleg Partai Golkar ini.

Pengurus KNPI Pusat periode 2009-2012 ini menegaskan, politisi yang tidak memiliki integritas akan cenderung melupakan rakyat yang memilihnya. Dengan integritas, anggota legislatif akan menyadari posisinya sebagai wakil rakyat, dipilih oleh rakyat, dan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Ketua DPP Partai Golkar bidang Keagamaan dan Ormas Agama ini memang terkenal gemar blusukan kepada masyarakat. Salah satu tujuannya adalah melakukan komunikasi persuasif kepada masyarakat. Dengan model pendekatan ini, maka akan ada timbal balik dari masyarakat.

Sehingga akan banyak menyerap aspirasi dari masyarakat. "Program itu tidak hanya bersifat materi. Tapi masyarakat bisa dibantu dengan kebijakan atau dibantu mengakseskan ke bebrapa lini. Masyarakat bisa dibantu kalau kita mengerti kebutuhannya, untuk bisa tahu kebutuhan masyarakat kita perlu mengadakan komunikasi,” kata Bendahara Umum Indonesia Qualitative Researcher Asosiation (IQRA).

Di sisi lain, Ketua Umum IQRA Prof. Burhan Bungin memandang, Gus Andi merupakan sosok politisi yang memiliki latar belakang sebagai akademisi. Kualitas intelektualnya tidak perlu diragukan.

Hal itu bisa dilihat bahwa Gus Andi sebagai lulusan program doktor dengan status comlaude. "Gus Andi ini juga aktifis. Saya kenal sudah lama. Kiprahnya di Surabaya sudah banyak, karena dia juga pernah menjadi Ketua KNPI Kota Surabaya,” jelasnya.

Prof Burhan memastikan, Gus Andi merupakan sosok yang mau belajar. Sebagai aktifis yang mau belajar tentu akan bagus jika mewakili rakyat sebagai anggota legislatif di parlemen. “Beliau memiliki kepedulian yang tinggi kepada masyarakat, saya rasa itu modal yang tidak bisa diragukan,” tukas Guru Besar yang saat ini menjadi pendidik di Universitas Ciputra ini. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved