Berita Kediri

120 Kos-Kosan di Kota Kediri Jadi Tempat Mesum, Begini Tindakan Tegas Satpol PP

Petugas Satpol PP Kota Kediri menertibkan dan menindak sejumlah tempat kos yang disalahgunakan untuk tindak asusila dan mesum

120 Kos-Kosan di Kota Kediri Jadi Tempat Mesum, Begini Tindakan Tegas Satpol PP
surya/didik mashudi
Petugas Satpol PP melakukan pendataan tempat kos yang ada di Kota Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Petugas Satpol PP Kota Kediri menertibkan dan menindak sejumlah tempat kos yang disalahgunakan untuk tindak asusila dan tempat mesum. Malahan ada beberapa tempat kos telah disegel.

"Selama 2018 ditemukan 51 tempat kos tidak berizin, 120 tempat kos digunakan untuk tindakan asusila 120, melanggar yustisi 11, kasus miras 9 dan satu kasus narkoba," ungkap Ali Muklis, Kepala Satpol PP Kota Kediri, Senin (28/1/2019).

Dijelaskan, tindakan yang telah dilakukan petugas terhadap tempat kos yang melanggar berupa tindak pidana ringan (tipiring), penyegelan dan pemanggilan pemilik kos.

"Bagi tempat kos yang diketahui melanggar pemiliknya kita panggil dan mendapat pembinaan serta membuat surat pernyataan. Kalau melanggar ketentuan lagi akan ditutup," tandasnya.

Petugas bakal terus intensif untuk melakukan pengawasan tempat kos besar yang menyewakan lebih dari 10 kamar. Karena tempat kos ini punya kewajiban membayar pajak.

Sementara hasil pendataan yang telah dilakukan petugas Satpol PP bersama tim gabungan menemukan sebanyak 988 rumah kos.

Rinciannya di Kecamatan Kota Kediri ditemukan 353 rumah kos, Kecamatan Pesantren 152 dan Kecamatan Mojoroto 483.

Sedangkan rumah kos yang telah memiliki IMB dan memiliki izin dari data Kantor BPM PTSP Kota Kediri hanya sebanyak 155 rumah kos.

Jika mengacu dari data Kantor BPM PTSP masih terdapat 833 rumah kos yang masih belum mengurus perizinan dan IMB.

"Petugas akan melakukan razia terhadap rumah kos yang masih belum mengurus izin. Apalagi semua rumah kos sudah mendapatkan sosialisasi dari petugas," jelasnya.

Termasuk rumah kos yang sudah mengurus perizinan tetap mendapatkan pembinaan supaya tidak disalahgunakan.

Sedangkan tempat kos yang menyewakan dengan sistem jam-jaman telah mendapat penindakan dengan cara disegel.

"Kalau rumah kos disewakan per jam rawan sangat disalahgunakan," ungkapnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved