Pilpres 2019

Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Akan Dikirim ke Masjid dan Ponpes di Malang Tertahan di Kantor Pos

Sebanyak 1081 amplop yang diduga berisi Tabloid Indonesia Barokah ada di Kantor Pos Malang Jalan Merdeka Kota Malang, Sabtu (26/1/2019).

Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Akan Dikirim ke Masjid dan Ponpes di Malang Tertahan di Kantor Pos
ISTIMEWA
Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Akan Dikirim ke Masjid dan Ponpes di Malang Ditahan Kantor Pos, Sabtu (26/1/2019). 

SURYA.co.id | KLOJEN - Sebanyak 1081 amplop yang diduga berisi Tabloid Indonesia Barokah ada di Kantor Pos Malang Jalan Merdeka Kota Malang, Sabtu (26/1/2019).

Ribuan Tabloid Indonesia Barokah akan dikirim ke masjid dan pondok pesantren ( Ponpes) di Malang Raya. Itu sesuai dengan tujuan alamat pengiriman yang tertera dalam amplop.

Namun ribuan Tabloid Indonesia Barokah itu belum bisa didstribusikan. Tumpukan amplop masih tersimpan di gudang Antaran Kantor Pos Malang.

Salah satu map mencantumkan pengirim atas nama Redaksi Tabloid Indonesia Barokah Pondok Melati Bekasi.

Hotman Paris Tantang KPK OTT Pejabat yang Gunakan Prostitusi Online, ini Penjelasan Saut Situmorang

Arema FC Menang Telak Atas Persita Tangerang, Robert Lima Gladiator Cetak 2 Gol di Debut Perdana

Robert Lima Gladiator Puas Usai Cetak 2 Gol, Arema FC vs Persita Tangerang Skor 4-1

Ojek Online di Malang Dilarang Masuk Kampus, Reaksi Mahasiswa Universitas Brawijaya : Jangan

Viral, Lagu Kuwa Kuwi Bikin Kamu Tertawa Ngakak, Kompilasi 7 Lagu dari Dewa 19 hingga Judika

Tujuannya ke salah satu masjid di Blimbing Kota Malang. Ada juga ditujukan ke pondok pesantren di kawasan Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dikonfirmasi mengenai keberadaan Tabloid Indonesia Barokah itu, Kepala Penjualan Kantor Pos Malang Imam Syafi’i mengatakan, ribuan amplop tersebut tidak jadi dikirim usai berkoordinasi dengan Bawaslu Kota Malang.

Namun, ia tidak tahu menahu mengenai isi pasti amplop tersebut karena belum dibuka.

"Tiga hari lalu sudah ada di sini. Amlpop ini jenis kiriman dokumen biasa, tidak terbukukan," kata Imam ditemui.

Sejauh ini petugas Kantor Pos tidak membuka isi dokumen dalam amplop tersebut. Pasalnya, bersifat privasi dan lagi pula belum ada perintah resmi untuk meneliti isi kiriman.

"Boleh dibuka asal ada perintah resmi dan atas tanggung jawab jabatan tertentu," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved