Berita Lumajang

Rawan Tindak Pidana Begal, Puluhan Desa di Lumajang Bentuk Satgas Keamanan Desa

Satgas Keamanan Desa merupakan sukarelawan dari desa yang tidak digaji, berperan menjaga lingkungan desa setempat secara bergiliran

Rawan Tindak Pidana Begal, Puluhan Desa di Lumajang Bentuk Satgas Keamanan Desa
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban saat melantik Satgas Keamanan Desa Gesang Kec Tempeh 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Satuan Tugas (Satgas) keamanan desa telah terbentuk di 21 Desa di Kabupaten Lumajang.

Satgas keamanan desa yang telah terbentuk antara lain di Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto, dan Desa Gesang Kecamatan Tempeh. Desa Gesang menjadi desa ke-21 yang memiliki Satgas keamanan desa.

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban melantik Satgas Keamanan Desa Gesang pada Jumat (25/1/2019) malam.

Satgas keamanan desa itu bermula terbentuk di Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto. Desa Sukosari dikenal sebagai desa yang rawan terjadi tindak pidana begal. Berdasarkan data dari Polres Lumajang, bisa terjadi tiga kali pembegalan dalam sepekan di desa tersebut.

Akhirnya warga bersama Bhabinkamtibmas desa setempat, akhirnya membentuk relawan yang tergabung dalam Satgas Keamanan desa. Paska Satgas Keamanan Desa terbentuk, aksi pembegalan turun drastis.

Satgas Keamanan Desa merupakan sukarelawan dari desa yang tidak digaji, berperan menjaga lingkungan desa setempat secara bergiliran. Tidak hanya menjaga lingkungan, namun juga mendeteksi dini jika terjadi konflik di masyarakat.

Karena itulah, Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban menginisiasi terbentuknya di desa-desa di Lumajang.

"Secara bertahap kami dorong supaya Satgas Keamanan Desa ini terbentuk di semua desa di Lumajang," ujar Arsal kepada Surya.co.id, Sabtu (26/1/2019).

Satgas Keamanan Desa itu, kata Arsal, diharapkan berkontribusi menjaga keamanan lingkungan terutama dari aksi pembegalan dan pencurian sapi.

Anggota Satgas Keamanan Desa ini dilengkapi dengan rompi, Handy Talkie (HT) yang terhubung dengan repiter pancar ulang dan alat alat lainnya untuk menunjang kinerja mereka. Anggaran pembelian perlengkapannya menggunakan dana desa.

Tugas Satgas Keamanan Desa adalah menjaga dan memastikan keamanan di desanya. Mereka juga memiliki kewenangan untuk membubarkan jika ada masyarakat yang berkumpul sambil mabuk atau mengkonsumsi minuman keras.

Anggota Satgas juga dapat menyelesaikan persoalan yang ada di desanya seperti menyelesaikan perselisihan warga, mengajak gotong royong untuk mengatasi bencana dan persoalan kemasyarakatan lainnya. Anggota Satgas keamanan desa dibawah kendali kepala desa secara langsung, dan mendapatkan bimbingan dari Bhabinkamtibmas secara periodik.

“Satgas Keamanan Desa ini adalah pertahahan lapis ketiga dari tig lapis keamanan yang saya gagas. Anggota yang tergabung dalam Satgas Keamanan Desa dibekali beberapa keahlian seperti keahlian berbicara menggunakan HT, kemampuan TPTKP dan kemampuan beladiri untuk bekal jika bertemu pelaku kriminalitas yang melakukan perlawanan saat ingin ditangkap. Anggota Satgas Keamanan Desa tidak digaji dan tidak boleh digaji, mereka adalah sukarelawan," tegas Arsal.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved