Pilpres 2019

Ma'ruf Amin Kian Rajin Turun ke Masyarakat, Yenny Wahid Yakini Bisa Naikkan Elektoral

Ma'ruf Amin belakangan meningkatkan intensitasnya turun ke Jawa Timur dan Jawa Barat untuk menyapa masyarakat.

Ma'ruf Amin Kian Rajin Turun ke Masyarakat, Yenny Wahid Yakini Bisa Naikkan Elektoral
surya/fatimatuz zahroh
Ketua Dewan Pembina Barikade Gus Dur Yenny Wahid 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Barikade Gus Dur Yenny Wahid menanggapi positif langkah calon wakil presiden nomor urut 1 Ma'ruf Amin yang kian gesit turun menyapa masyarakat di banyak daerah.

Ma'ruf Amin belakangan meningkatkan intensitasnya turun ke Jawa Timur dan Jawa Barat untuk menyapa masyarakat.

Menurut Yenny, langkah Ma'ruf Amin yang aktif turun ke bawah menyapa masyarakat dan kalangan kiai di pesantren akan berpengaruh besar ke elektoral pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Menurut saya tentu ini akan berdampak ke elektoral Jokowi-Ma'ruf. Sebab masyarakat kan butuh disapa, karena saat didatangi, tentu akan ada dialod dimana mereka bisa menyampaikan uneg-unegnya sehingga perasaan kedekatakan akan terbangun," ucap Yenny saat diwawancar dibtengah persiapan Harlah Muslimat NU ke 73 di GBK, Sabtu (26/1/2019).

Dengan begitu masyarakat juga akan teryakinkan atas program yang diusung oleh Jokowi-Ma'ruf Amin. Yang otomatis bakal mendongkat elektabilitas pasangan di daerah yang disapa.

Selain itu, dikatakan Yenny sosok Ma'ruf Amin sebagai mantan Rais Aam PBNU, dan Ketua MUI memiliki kapasitas yang luar biasa sebagai ulama. Tentunya kehadiran Ma'ruf ditunggu oleh umat di daerah.

"Beliau tokoh ulama publik Indonesia. Saya rasa turunnya beliau di Jabar, Jatim itu akan berpengaruh banyak. Ada perasaan keterikatan, minimal ada saling sungkan, sepenanggungan, dan jaringannya beliau ini jaringan lama, bukan hanya terbangun saat pilpres saja, jadi tinggal dibangunkan rasa sentimen itu sehingga menguatkan elektoral," tegas Yenny.

Waktu coblosan yang kian dekat, menurut Yenny, memang harus dimaksimalkan untuk penyapaan agar bisa memperoleh suara maksimal di 17 April mendatang.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved