Update Amir yang Jalan Kaki dari Medan ke Banyuwangi demi Temui Ibu, Kini Sudah Sampai di Pasuruan

Kabar TerbaruUpdate Amir yang Jalan Kaki dari Medan ke Banyuwangi demi Temui Ibu, Kini Sudah Sampai di Pasuruan Amiruddin Pria yang Rela Jalan Kaki da

Update Amir yang Jalan Kaki dari Medan ke Banyuwangi demi Temui Ibu, Kini Sudah Sampai di Pasuruan
Facebook/Yus Santosa
Update Amir yang Jalan Kaki dari Medan ke Banyuwangi demi Temui Ibu, KiniSudah Sampai di Pasuruan 

Selama hampir tujuh bulan, dia praktis tidak bisa melakukan aktivitas normal karena lumpuh. Untuk hidup dan aktivitas sehari-hari dia menggantungkan kepada kakak perempuan dan para tetangga.

Memasuki pertengahan bulan ketujuh sejak dia lumpuh. Malam itu, Amir menunaikan Salat Tahajud. Dalam doanya, Amir bernazar akan berjalan kaki menuju rumahnya ibudanya di Banyuwangi jika ia diberi kesembuhan.

"Saya nazar, bertekad jalan kaki ke rumah Ibu, ingin sujud di kaki Ibu, perempuan yang telah melahirkan saya. Itu nazar saya. Sebagai anak, saya merasa punya banyak salah kepada ibu," kata Amir.

Keajaiban datang keesokan. Malam dia bernazar itu, tiba-tiba paginya Amir bisa mengangkat kaki untuk jalan. Pelan-pelan saya bisa berjalan normal. "Sejak itu, saya menyusun rencana untuk memenuhi nazar saya," ungkap Amir.

Maka pada 20 November 2018, tepat peringatan Maulid Nabi, dia berangkat dari rumah. Amir hanya membawa dua pasang pakaian ganti. Satu pasang ia kenakan, satu pasang ia taruh di dalam tas.

"Saya tidak bawa uang sepeser pun. Tapi, tekat saya sudah bulat. Saya punya niat baik, saya pasrah. Hidup mati ada di tangan Allah," ucapnya. Meski tidak membawa bekal, ada saja orang memberinya makan atau uang meski dia tidak pernah meminta.

Ayah Cut Meyriska Mati-matian Menolak Roger Danuarta, Begini Cara Dia Mengatasinya

Saipul Jamil Dendam dan Merasa Ditinggalkan Teman, Jenita Janet Ingin Ajak Curhat

Pengendara Motor Terseret 800 Meter di Kolong Mobil Toyota Innova di Lamongan

Kisah Perjalanan Amiruddin dari Sumatera Utara

Amiruddin menceritakan, dalam perjalanannya ia tak selalu bertemu dengan orang baik dan mau membantunya.

Seperti saat ia berada di Riau, ia sempat menemukan sebuah dompet di jalan. Merasa bukan haknya, Amirt mengembalikan dompet itu kepada pemilik, sesuai alamat yang tertera di kartu identitas di dalam dompet.

"Namun, siapa sangka, saya malah dituduh pencopet dompet tersebut. Saya sabar saja dan meneruskan perjalanan," kata Amir lirih.

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved