Masyarakat Madiun Paling Banyak Konsumsi Garam Tak Beryodium

Dari 3 kabupaten, Madiun menjadi kabupaten yang masih banyak menggunakan garam tak beryodium.

Masyarakat Madiun Paling Banyak Konsumsi Garam Tak Beryodium
surya/galih lintartika
Petani garam di Kabupaten Pasuruan 

Ngargono memberikan catatan, sesuai hasil penelitian adanya faktor kualitas garam menurun disebabkan belum maksimalnya tindakan dari pemerintah daerah setempat baik berupa teguran atau larangan terhadap garam yang tidak memenuhi syarat masuk ke pasar.

Kemudian faktor pedagang yang sudah telanjur membeli garam tidak beryodium, masih banyaknya garam krosok di masyarakat, dan kurangnya edukasi terhadap masyarakat.

“Garam ini kan memang kelihatannya sepele, tetapi jika kekurangan garam beryodium bisa mengakibatkan penyakit stunting yang lagi marak,” paparnya.

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, Said Sutomo mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi pemaparan lembaga penelitian lain yang mengadakan penelitian di Jawa Timur.

Menurutnya, jika penelitian dilakukan dari lembaga di luar Jawa Timur, maka hasilnya bisa lebih independen dan dipertanggung jawabkan.

“Kalau yang melakukan penelitian dari luar Jatim kan lebih enak, hasilnya bisa dipakai referensi membuat kebijakan,” katanya.

Said menyatakan, pihaknya akan mendorong lembaga-lembaga yang ingin melakukan penelitian kualitas garam di Jawa Timur. Karena, masyarakat juga memiliki hak untuk merasakan dan mengetahui garam yang sudah standar dan tidak.

“Masyarakat bisa memilih, mana garam yang layak dan tidak,”pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved