Masyarakat Madiun Paling Banyak Konsumsi Garam Tak Beryodium

Dari 3 kabupaten, Madiun menjadi kabupaten yang masih banyak menggunakan garam tak beryodium.

Masyarakat Madiun Paling Banyak Konsumsi Garam Tak Beryodium
surya/galih lintartika
Petani garam di Kabupaten Pasuruan 

SURYA.co.id | SURABAYA -Pengurus Yayasan LP2K (Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen) Jawa Tengah mengadakan penelitian mengenai penggunaan garam di Jawa Timur.

Hasilnya, dari tiga lokasi penelitian, yakni Madiun, Tuban, dan Lumajang, terungkap bahwa madiun menjadi daerah paling banyak mengonsumsi garam tak beryodium. 

Catatan Pengurus Yayasan LP2K Jawa Tengah menyebutkan, dalam penelitiannya ada 3.562 sampel garam dari berbagai merek yang diproduksi perusahaan.

Wilayah Madiun terdapat 1.654 sampel garam dengan persentase 33,68 persen tidak memenuhi syarat (TMS), Kabupaten Tuban 1.143 sampel, dan ditemukan 12,77 TMS, kemudian Kabupaten Lumajang sebanyak 765 sampel dengan 25,69 persen TMS.

“Dari tiga kabupaten ini, Madiun menjadi kabupaten dengan penilaian TMS terbesar. Artinya masyarakat di daerah sana masih banyak yang menggunakan garam tidak beryodium dengan persentase 33,68 persen,” ungkap Ketua Pengurus Yayasan LP2K Jawa Tengah, Ngargono dalam pembahasan Hasil Uji Hasil Konsumsi Garam di Pasar Tradisional, Rabu (23/1/2019).

Ngargono menuturkan, dengan melihat hasil penelitian ini, bisa dikatakan bahwa di masyarakat khususnya Madiun peredaran garam yang tidak beryodium masih memperihatinkan.

Dengan penelitian ini, pihaknya berharap pemerintah segera bertindak untuk melakukan gerakan di lapangan supaya masyarakat mendapatkan asupan garam beryodium dengan baik.

Jika dilihat dari hasil penelitian tahun 2017, lanjutnya, dengan tahun 2018 pada periode bulan April, September, dan November.

Ada sedikit kenaikan kesadaran masyarakat, dari 50 persen peredaran garam tak beryodium tahun 2017, menjadi 25,69 persen tahun 2018.

“Penelitian tahun lalu (2017) juga dilakukan di tiga kabupaten ini. Hasilnya ada peningkatan kesadaran, dan ini cukup bagus meskipun tidak signifikan,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved