Lapor Cak

SOS Panic Botton, Cara Aman Kawal Kepulangan TKI oleh Disnakertrans Jatim

Saat ini telah dioperasikan sistem pengawalan kepulangan TKI bernama "SOS Panic Button”. Sistem panggilan darurat berbasis android.

SOS Panic Botton, Cara Aman Kawal Kepulangan TKI oleh Disnakertrans Jatim
SURYAOnline/nuraini faiq
Sejumlah TKI saat proses pendataan kepulangan mereka di UPT Pengawasan TKI di Bandara Juanda. Disnakertrans Jatim ini mengembangkan sistem pengawal kepulangan TKI, SOS Panic Button. 

"Syaratnya memang nomor HP berbasis android harus terdata ke petugas. Mereka juga harus mendaftarkan nomor paspor mereka. Inilah data pokok TKI untuk SOS Panic Botton ini," kata Budi. 

 Kemudian Langkah berikutnya adalah mengunduh aplikasi "simpadu pekerja migran" di Play Store. Pilih  Fitur menu "S.O.S. Panic Button" yang kompatibel dengan android versi 8.0. 

 Namun untuk sementara baru android versi 8 ini yang bisa menggunakan sistem tersebut. Setelahya, Scroll ke bawah, klik fitur "Helpdesk Juanda". Klik  "S.O.S.  panic button".

 Setelahya, Klik ok untuk register di fitur menu Sos Panic Button. "Tunggu  sampai Program membalas bahwa anda sudah terdaftar dengan tulisan Selamat anda sekarang sudah terdaftar di fitur menu Sos Panic Button HelpDesk Juanda Disnakertrans Jatim". 

 Pastikan penggunaannya untuk kondisi mendesak/emergency. Penggunaan  lFitur Menu  Sos Panic Button. Jika terjadi masalah/emergency selama perjalanan PMI pulang ke daerah maka dengan menekan fitur menu tersebut, laporan diterima oleh admin dan segera diteruskan ke satgas Counter PMI Disnakertrans Prov.Jatim di Bandara Juanda.

Petugas Disnakertrans Jatim  akan menghubungi pekerja migran bermasalah. Bila diperlukan, berbekal GPS petugas Disnakertrans Jatim akan mendatangi, bahkan berkoordinasi dengan petugas.

Biasanya TKI kerap menjadi korban kecopetan, calo taxi, penipuan dengan modus gendam, kecelakaan lalu lintas. Para TKI kadang juga deportasi, sakit, pelecehan, atau ketakutan dijemput orang tdk dikenal atau beoker.

 Iswanti, salah satu TKI asal Madiun mengaku senang dan nyaman jika kepulangannya dipandu sistem pengamanan digital.

"Saya cuti 1 bulan. Saya akan segera unduh aplikasinya," kata Iswanti yang sudah 6 tahun bekerja di Hongkong. 

Menurutnya, panic botton itu sangat membantu keselamatan selama pulang ke kampung halaman. TKI tersebut mengaku sangat tertarik untuk menggunakan layanan tersebut.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved