Nasional

Mendagri Tjahjo Kumolo Ditipu Pejudi Ngaku Kepala Sekolah, Minta Transfer Rp 10 Juta. Ini Modusnya

Mendagri Tjahjo Kumolo kena tipu pejudi yang mengaku kepala sekolah SD Rejosari di Semarang. Ternyata, pejudi itu minta transfer Rp 10 Juta.

Mendagri Tjahjo Kumolo Ditipu Pejudi Ngaku Kepala Sekolah, Minta Transfer Rp 10 Juta. Ini Modusnya
KOMPAS.COM/RINDI NURIS VELAROSDELA
Jajaran Polda Metro Jaya saat melakukan press conference kasus pencurian dan penipuan di Mainhall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Senin (21/1/2019). Mendagri Tjahjo Kumolo Ditipu Pejudi Ngaku Kepala Sekolah, Minta Transfer Rp 10 Juta. Ini Modusnya. 

Mendagri Tjahjo Kumolo kena tipu pejudi yang mengaku kepala sekolah SD Rejosari di Semarang. Ternyata, pejudi itu minta transfer Rp 10 Juta.

SURYA.co.id | JAKARTA - Seorang kepala sekolah gadungan ternyata pejudi berhasil menipu Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Penipu yang juga pejudi itu berinisial NSN (35). Dia kini berstatus tersangka usai ditangkap oleh anggota Polda Metro Jaya.

Penipuan itu berawal dari NSN menghubungi Mendagri Tjahjo Kumolo untuk minta sumbangan uang sebesar Rp 10 juta. Kepada Mendagri, penipu itu mengaku akan menggunakan uan tersebut untuk membangun musala. 

Kode Manten di Kasus Suap Wali Kota Pasuruan Setiyono Diungkap Kontraktor Proyek. Ini Artinya

Sikap Kontraktor Proyek Penyuap Wali Kota Pasuruan Dipuji Hakim Wayan, Saudara Gentle dan Jujur

Wali Kota Pasuruan Terima Suap dari Kontraktor Proyek, Besarnya Segini, Terungkap di Sidang Tipikor

Pembantu Unit II Resmob Polda Metro Jaya AKP Reza Pahlevi membeberkan, tersangka NSN menghuhungi Mendagri melalui WhatsApp dengan. Dia mengaku sebagai kepala sekolah SD Rejosari di Semarang.

"Sekolah itu merupakan tempat bersekolah Pak Menteri dulunya. Karena iktikad baik dari Bapak Menteri, beliau meminta stafnya untuk mentransfer sejumlah uang yang diminta," kata Reza di Mainhall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Senin (21/1/2019).

Reza mengatakan, Mendagri mengutus stafnya untuk memantau perkembangan pembangunan musala tersebut selang beberapa hari setelah pengiriman uang.

"Beberapa saat kemudian, Bapak Menteri menyuruh stafnya untuk mengecek bagaimana perkembangan pembangunan musala di sekolah itu. Setelah dicek ternyata tidak ada pembangunan tersebut," kata Reza.

"Pihak SD Rejosari juga menjelaskan bahwa tersangka tidak terdaftar sebagai kepala sekolah di SD tersebut," sambungnya.

Selanjutnya, staf menteri dalam negeri melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/21/I/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 3 Januari 2019.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved