Rumah Politik Jatim

Di Tengah Guyuran Hujan, Ribuan Massa Antusias Dengarkan Penjelasan Sandiaga Uno

Pada awal sambutannya, Sandiaga mengapresiasi para jemaah yang tetap setia menungnunya meskipun hujan turun tiada henti.

SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno, kembali berkunjung ke Jawa Timur, Sabtu (19/1/2019) dengan menghadiri pelatihan entrepreneurship di kawasan Pepe Legi, Waru, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno kembali berkunjung ke Jawa Timur, Sabtu (19/1/2019). Mengawali kunjungannya, Cawapres pendamping Prabowo Subianto ini memperkenalkan program One Kabupaten/Kota/Kecamatan, One Centre of Entrepreneurship atau Ok-Oce di kawasan Sidoarjo.

Sandi tak sendiri pada acara bertajuk "Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Umat Ala Milenials" ini. Ia didampingi beberapa politisi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Prabowo-Sandi baik untuk tingkat Nasional (BPN) maupun provinsi (BPP). Di antaranya, Wakil Ketua BPN, Neno Warisman dan Ketua Penggalangan dan Relawan BPP Jatim, Hendro Tri Subiantoro.

Hadir pula Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN), KH Solachul Aam Wahib Wahab, hingga Pengasuh pesantren Tambak Beras, KH Hasib Wahab Hasbullah, serta ribuan kader OK-OCe di Sidoarjo.

Tiba sekitar pukul 15.00 WIB, Sandiaga disambut hujan deras. Hujan tersebut telah mengguyur kawasan Pepe Legi, Waru, Sidoarjo, lokasi acara ini sejak siang hari. Sekalipun demikian, tak menyurutkan semangat massa acara ini untuk tetap mendengarkan penjelasan Sandi.

Pada awal sambutannya, Sandiaga mengapresiasi para jemaah yang tetap setia menungnunya meskipun hujan turun tiada henti.

"Alhamdulillah hujan turun di acara ini. Selain membuat sejuk, semoga hujan menjadi tanda bahwa acara ini dipenuhi barokah bagi kita semua," kata Sandi di awal penjelasannya, Sabtu (19/1/2019).

Pada acara tersebut, para peserta pertemuan juga dilatih cara membuat sabun cuci baju dan piring. Diharapkan, melalui keahlian membuat sabun akan sekaligus bisa memproduksi sabun untuk kemudian dijual. Sehingga, akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat.

Program pelatihan industri rumahan tersebut akan menjadi salah satu pokok yang akan ia gagas di dalam konsep Ok-Oce.

"Ibu, satu kemasan sabun ini modalnya hanya lima ribu. Ibu jual, sekalipun lebih murah dibanding harga di toko sebelah, masih untung apa tidak?," tanya Sandi yang disambut pekik "Untung" oleh perserta pertemuan.

Oleh karenanya, pihaknya mengajak masyarakat untuk membangkitkan industri kecil berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain menyerap lapangan kerja, Ok-Oce berbasis UMKM akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Kita nggak usah mencari lapangan pekerjaan, kita ciptakan lowongan pekerjaan kita sendiri. Yang beli kita, yang produksi kita, yang memakai kita sendiri. Tak perlu impor, bahkan kalau bisa kita yang ekspor," tandasnya.

Menurutnya, masyarakat bisa melakukan hal ini. Apalagi, dengan menggunakan basis lulusan pesantren yang terlatih.

"Lebih dari 60 persen lulusan pesantren bisa dilatih untuk menjadi entrepreneur. Dengan kata lain, tidak ada yang tidak mungkin," katanya.

"Kami sudah pernah melakukannya di Jakarta. Alhamdulillah, responnya positif dan akan kami aplikasikan di seluruh nusantara andai terpilih," pungkas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved