Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan kepada BPN 1 dan 2, Ini Alasannya

Pemkot Surabaya berikan penghargaan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya 1 dan 2

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan kepada BPN 1 dan 2, Ini Alasannya
istimewa
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, saat memberikan penghargaan kepada BPN 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berikan penghargaan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya 1 dan 2. Penghargaan ini wujud terima kasih atas peran serta mereka dalam rangka membantu Pemkot Surabaya melakukan pengamanan aset, khususnya dalam rangka penerbitan sertifikat tanah aset milik Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya memberikan penghargaan bersamaan dengan momen penyerahan 87 Sertifikat Tanah Aset milik Pemkot Surabaya di awal tahun 2019. Penyerahan 87 sertifikat tanah aset itu diberikan BPN kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini langsung di rumah dinas wali kota Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jumat (18/1/2019).

“Saya sangat berterimakasih kepada BPN yang telah membantu temen-teman pemkot selama ini. Akhirnya semua prosesnya berjalan lancar,” kata Wali Kota Risma di sela-sela memberikan penghargaan kepada beberapa jajaran BPN Surabaya 1 dan 2.

Kerjasama yang selama ini dibangun menurut Wali Kota Risma sangat bagus. Sebab di beberapa daerah, banyak yang mengeluhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan BPN.

“Alhamdulillah di Surabaya ini tidak pernah ada masalah dengan BPN,” katanya.

Kepala Dinas Pengolahan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati, menambahkan sebanyak 87 sertifikat tanah aset Pemkot Surabaya diserahkan oleh BPN Surabaya 1 dan 2.

Rinciannya, BPN Surabaya 1 menyerahkan sebanyak 48 sertifikat dan dari BPN Surabaya 2 sebanyak 39 sertifikat.

“Lokasi aset yang sudah bersertifikat itu bervariasi dan tersebar di beberapa kelurahan di Surabaya,” kata Maria Theresia.

Dia melanjutkan, khusus sertifikat tanah yang diberikan oleh BPN Surabaya 2 merupakan hasil pembebasan tanah yang dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan di sepanjang Merr.

Sedangkan sertifikat yang diserahkan oleh BPN Surabaya 1 lokasinya bermacam dan merupakan permohonan sertifikat pada tahun 2018 lalu.

“Persertifikatan ini akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk di tahun 2019. Setidaknya, saat ini yang masih dalam proses sertifikat sebanyak 500 aset,” lanjutnya.

Sebagai informasi, proses sertifikat tanah aset milik Pemkot Surabaya cukup panjang dan melalui tiga tahap.

Pertama, tanah aset itu dilakukan pengukuran, setelah selesai baru kemudian proses yang kedua penertiban SK dan tahap ketiga adalah penerbitan buku.

Jika tahun 2018 lalu sudah dilakukan pengukuran, maka akan dilanjutkan dengan penerbitan SK di tahun 2019 ini dan penerbitan bukunya juga diharapkan selesai tahun ini.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved