Breaking News:

Pemilu 2019

Jelang Pemilu 2019, Mahfud MD Gagas Gerakan Suluh Kebangsaan, Ini Tujuannya

Mahfud pun mengungkapkan kekhawatirannya terkait Pemilu yang akan membuat hubungan kebangsaan menjadi tidak sehat.

tribun jatim/sofyan arif candra
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat berada di Surabaya, Selasa (15/1/2019) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menggagas suatu gerakan yang diberi nama Gerakan Suluh Kebangsaan.

Mahfud mengatakan, gerakan ini dideklarasikan tanggal 9 Januari 2019 di Yogyakarta yang diisi berbagai tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

"Gerakan ini berangkat dari keprihatinan perkembangan kebangsaan kita menjelang pesta politik tahun 2019. Pemilu itu kan pesta. Mestinya pesta itu menyenangkan, tidak ada orang berpesta namanya berantem," kata Mahfud, saat ditemui di Surabaya, Selasa (15/1/2019) malam.

Mahfud melihat, pesta tersebut saat ini terganggu perang di media sosial yang disertai dengan cara-cara yang tidak sehat dan kurang beradab.

"Banyak berita-berita bohong atau ada-ada yang tidak bohong tapi terang-terangan menghantam orang dengan keji," ucapnya.

Mahfud pun mengungkapkan kekhawatirannya terkait Pemilu yang akan membuat hubungan kebangsaan menjadi tidak sehat.

"Pemilu itu kan kegiatan politik untuk memenuhi agenda konstitusional untuk mencari pemimpin bersama, pemimpin nanti yang menang dia yang menjadi pemimpin bersama bukan lantas yang kalah terus didepak," ucap Mahfud.

Gerakan Suluh Kebangsaan sendiri, tegas Mahfud tidak mempunyai afiliasi politik tetapi punya sikap politik sendiri.

"Artinya mari kita selenggarakan Pemilu itu dengan baik kita memilih dengan benar tetapi kita tidak bermusuhan meskipun berbeda dan kita tidak mengkampanyekan siapapun tetapi kita memilih dengan baik untuk kemajuan bangsa kita," lanjutnya.

Mahfud mengatakan Gerakan Suluh Kebangsaan sendiri dibina beberapa tokoh seperti Mustofa Bisri, KH Buya Syafii Maarif, Sultan Hamengku Buwono X,. Habib Luthfi, Julius Darmaatmadja, dan tokoh lainnya. (Sofyan Arif Candra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved