Berita Pasuruan

Polres Pasuruan Hipnotis Ratusan Pelajar untuk Tertib Lalu Lintas

Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar memberikan sosialisasi tertib lalu lintas ke pelajar dengan metode hipnotis

surya/galih lintartika
Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar saat memberikan sosialisasi tertib lalu lintas dengan metode hipnotis di MA Hasan Munadi Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satlantas Polres Pasuruan mulai menyasar generasi milenial untuk diajak ikut mewujudkan program Milenial Road Safety Festival. Kali ini, Satlantas Polres Pasuruan memberikan sosialisasi tertib lalu lintas ke ratusan pelajar MA Hasan Munadi di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (15/1/2019).

Dalam sosialisasi kali ini, materi langsung diberikan oleh Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Eko Iskandar. Eko memberikan sosialisasi tertib lalu lintas dengan cara yang berbeda, yakni dengan metode hipnotis.

Kepada Surya, Eko mengaku sedikit memiliki kemampuan untuk menghipnotis seseorang. Ia memanfaatkan hal itu dalam sosialisasi kali ini. Semula, ia memberikan sosialisasi biasa atau pada umumnya.

Eko menjelaskan tentang tata tertib berlalu lintas dan kiat-kiat untuk menjaga keselamatan saat berkendara di jalan raya.

Setelah itu, Eko menghipnotis semua peserta yang hadir dalam sosialisasi ini. Eko menghipnotis semua yang ada.

"Sebenarnya, ilmu hipnotis ini bisa digunakan untuk kepentingan yang positif. Ya seperti ini. Jadi saya berusaha menanamkan di alam bawah sadar anak-anak di sini untuk tertib berlalu lintas dan selalu menjaga keselamatan saat berkendara di jalan raya. Apapun alasannya, mereka tetap akan mematuhi peraturan yang ada," kata Eko usai kegiatan.

Eko menerangkan, saat dihipnotis itu, ia menanamkan dan menekankan kepada alam bawah sadar mereka untuk tetap mematuhi tata tertib dalam berkendara.

Ia berharap, mudah-mudahan metode ini bisa ditanamkan kepada hati dan jiwa mereka untuk selalu tertib berlalu lintas dalam berkendara.

Mantan Kasatlantas Polres Tuban ini sedikit bercerita. Sebenarnya, pihaknya ini hanya ingin mengajak dan menyadarkan generasi milenial sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Angka kematian paling tinggi setelah penyakit adalah kecelakaan.

Nah, dari data yang didapatkan selama ini, lanjut Eko, generasi milenial ini paling banyak menjadi korban kecelakaan. Ada yang meninggal, luka berat dan luka ringan.

Dengan cara ini, pihaknya berharap tingkat kesadaran generasi milenial untuk mematuhi tata tertib berlalu lintas ini muncul dan tumbuh di dalam hati dan jiwanya.

"Goalnya adalah menekan angka kecelakaan yang dialami generasi milenial. Karena apa, karena generasi milenial ini adalah generasi penerus bangsa. Sayang kalau mereka tumbang sia-sia karena menjadi korban kecelakaan yang disebabkan karena kelalaiannya," jelasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved