Berita Mojokerto

Sepanjang 2018, Tujuh Kecelakaan Maut Terjadi di Jalur Pacet Mojokerto - Cangar

Jalur alternatif Pacet-Cangar hingga kini masih menjadi jalur maut. Sepanjang 2018, ada 7 kecelakaan yang merenggut nyawa.

Sepanjang 2018, Tujuh Kecelakaan Maut Terjadi di Jalur Pacet Mojokerto - Cangar
SURYA.co.id/DANENDRA KUSUMAWARDHANA
Toyota Avanza Terjun ke Jurang di Jalur Cangar-Pacet Mojokerto, Ditumpangi Sekeluarga, 2 Orang Tewas, Jumat (4/1/2019). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Jalur alternatif Pacet-Cangar hingga kini masih menjadi jalur maut. Sebab, kondisi kontur jalan di sana sangatlah curam.

Tak jarang beberapa pengendara motor dan mobil mengalami kecelakaan akibat rem blong saat melintas di jalur Pacet-Cangar.

Menurut data yang didapat dari relawan serta pengamatan, dari Minggu (13/1) hingga saat ini Senin (14/1) sebanyak 5 kendaraan mengalami disfungsi rem.

Beruntungnya, para relawan yang saat itu tengah bertugas di jalur Pacet-Cangar sigap mengambil tindakan sehingga kecelakaan pun terhindarkan.

Para relawan tersebut, berlarian ketika melihat salah satu motor mengeluarkan asap tebal yang berasal dari piringan rem. Sembari berlari, mereka berusaha menggapai ekor motor supaya lajunya terhenti.

"Kebanyakan pengendara terus melajukan kendaraannya karena mereka tak sadar jika rem mengeluarkan asap. Kami langsung memberhentikannya, bahaya kalau pengendara itu terus melaju, sebab sistem pengereman tak bisa berfungsi (blong). Biasanya yang mengalami rem blong motor dan mobil matic" kata Muhammad Mustofa (39) salah satu Relawan Rescue Welirang kepada Surya Senin (14/1).

Pria yang akrab dipanggil Toga ini mengatakan, selain diakibatkan rem blong, kecelakaan terjadi lantaran pengendara tak paham medan jalan Pacet-Cangar. Hal ini dibuktikan, para pengendara yang mengalami kecelakaan akibat rem blong kebanyakan berasal dari luar Mojokerto di antaranya yakni Sidoarjo, Lamongan, dan Bojonegoro.

"Yang paling rawan terjadi kecelakaan yakni jalur Gotekan. Para pengendara dari luar Mojokerto tak paham jalur Gotekan yang curam. Mereka merupakan wisatawan. Pengendara itu diarahkan ke Jalur Pacet-Cangar oleh GPS. Sebaiknya mereka tak mengambil jalur ini karena rawan kecelakaan," ujarnya.

Dia melanjutkan, dalam setahun kemarin sebanyak 20 kendaraan mengalami rem blong di jalur Pacet-Cangar dan 7 peristiwa kecelakaan fatal hingga merenggut nyawa. Menurut Tofa angka itu turun, karena tahun kemarin sebanyak 100 kendaraan mengalami rem blong.

"Kejadian rem blong paling banyak terjadi pada hari libur salah satunya saat Natal dan tahun baru. Maka dari itu sebanyak 30 relawan dari berbagai wilayah di Mojokerto disiagakan untuk melakukan pengamanan di Jalur Cangar-Pacet bahkan sampai seharian penuh," terangnya.

Sementara itu, pengendara motor bernama Ahmad Saifudin (40) mengaku was-was setiap melintas ke Jalan Pacet-Cangar. Dia terpaksa mengambil jalan tersebut karena lebih cepat sampai ke Batu.

"Sebelum melintas di Jalur Pacet-Cangar saya mengecek kondisi motor terlebih dahulu supaya tidak terjadi rem blong. Saya juga lebih memilih beristirahat di rest area yang berada di Gotekan untuk beristirahat dan mendinginkan rem," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved