Berita Surabaya

Ujian Sekolah Berstandar Nasional SMA di Jatim Pakai Ponsel Mulai 2019

Ujian Sekolah Berstandar Nasional SMA di Jatim Pakai Ponsel Mulai 2019

Ujian Sekolah Berstandar Nasional SMA di Jatim Pakai Ponsel Mulai 2019
Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jatim, Ety Prawesti. Ujian Sekolah Berstandar Nasional SMA di Jatim Pakai Ponsel pada 2019 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA di Jawa Timur sejak tahun 2017 telah berbasis komputer. Sayangnya banyaknya mata pelajaran (mapel) USBN yang mencapai 16 mapel membuat proses ujian berlangsung lama akan beralih pakai smartphone alias ponsel 

Kepastian tersebut diungkapkan Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Jatim, Ety Prawesti. Dia  mengatakan, USBN bisa dikerjakan menggunakan smartphone mulai 2019 ini.

Dinas Pendidikan Jatim baru akan mensosialisasikan hal ini untuk SMA-SMA di Jatim mulai pekan depan.

"Penggunaan smartphone ini opsi saja, disesuaikan jika memang komputer atau laptopnya kurang," urainya ketika ditemui Surya.co.id di tempat kerjanya, Selasa (8/1/2019).

Penggunaan ponesel, lanjutnya dipastikan tidak akan mengalami kebocoran meskipun smartphone merupakan milik siswa. Pasalnya meskipun tidak perlu dikarantina seperti laptop siswa, USBN menggunakan ponsel menggunakan sistem yang dirancang agar mengunci penggunaan aplikasi lain di handphone.

"Banyak banyak yang belum paham, takutnya bocor. Padahal tidak, karena saat sudah buka aplikasinya tidak bisa membuka aplikasi lain di gadget. Jadi sambil mengerjakan terus buka whatsapp atau google tidak bisa, kalau keluar aplikasi ujian ya dianggap selesai,"urainya

Selain itu ada lima jenis model soal yang secara acak akan disajikan aplikasi. Soal-soal ini sudah dibuat tim MGMP Jatim dengan masukan kisi-kisi dari pemerintah pusat.

"Smartphone ini solusi, karena hampir semua siswa punya. Sedangkan di Jatim yang memiliki komputer hampir semua sekolah negeri, sementara sekolah swasta ada sekitar 20 sekolah yang belum memenuhi komputernya. Apalagi ada sekolah yang juga sempat kehilangan komputer,"ujarnya.

Solusi lain terbatasnya komputer ini dilakukan dengan menggabung sekolah lain yang wilayahnya dekat atau satu yayasan.

Iapun berharap penggunaan smartphone ini bisa mengurangi banyaknya sesi dalam ujian. Sehingga jam ujian tidak selesai terlalu malam karena banyaknya sesi ujian.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved