Sambang Kampung Jambangan
Muriyani Manfaatkan Sepatu Hak Tinggi sebagai Pot Tanaman, Dikagumi Tamu Australia
Keindahan Taman Warna-Warni Jambangan RT 2 RW 3, tak luput dari karya tangan sang ketua RT, Muriyani.
Penulis: Delya Octovie | Editor: Parmin
SURYA.co.id, SURABAYA - Keindahan Taman Warna-Warni Jambangan RT 2 RW 3, tak luput dari karya tangan sang ketua RT, Muriyani.
Perempuan berambut cepak ini mengaku, ia menghabiskan sekurang-kurangnya sembilan jam tiap harinya untuk mempercantik Taman Warna-Warni.
Selagi mengerjakan apapun yang bisa dikerjakan di taman, Muriyani mengatakan, ia kerap mendapat ide-ide kreatif, satu di antaranya adalah pemanfaatkan sepatu sebagai pot tanaman.
"Warga itu kan kalau sudah rusak sepatunya, atau sudah bosan, itu biasanya sepatu dibuang begitu saja. Saya melihatnya itu sayang, lalu terbersit pikiran, bagaimana kalau sepatu-sepatu itu, saya jadikan pot untuk tanaman yang kecil-kecil saja," jelas mantan pemain Srimulat itu.
Ketika ia menyampaikan ide tersebut pada ibu-ibu, ia langsung mendapat respon positif.
Awalnya, sepatu yang diberikan padanya kebanyakan adalah sepatu anak-anak.
Sepatu anak-anak itu lalu ia cat merah dan biru, lalu ditata sejajar di bagian belakang taman.
Pada bagian dalam sepatu, ia menaruh gelas plastik yang sudah diisi tanah, lalu ditanami rumput gajah yang rajin dipotong agar tidak tumbuh terlalu tinggi.
Selain sepatu kets anak-anak, Muriyani juga memanfaatkan boot dan hak tinggi sebagai pot.
Sepatu hak tinggi tersebut ia gantung sebagai hiasan pojok baca.
Berbeda dengan sepatu anak-anak, sepatu hak tingginya tidak dicat, sehingga bentuk dan warna aslinya masih terlihat.
"Wah, ini jadi favorit. Banyak tamu yang menganggap ini unik. Ada juga tamu yang dari Australia itu kagum, sampai sepatunya diambil, dibuat foto-foto. Mereka bilang, 'saya kok tidak terpikir membuat seperti ini ya?'," ceritanya.
Muriyani berpendapat, barang bekas apapun itu sebenarnya bisa dijadikan sesuatu yang unik dan bermanfaat.
Ban bekas yang dijajar di depan dinding taman pun ia beri tanah bagian dalamnya, lalu ditanami berbagai jenis bunga maupun rumput.
"Apapun yang barang bekas, itu pasti bisa dijadikan sesuatu. Saya cari yang unik. Seperti ban bekas ini, saya kasih berbagai tanaman, ada daun pandan, suko, lidah buaya, macam-macam," ujarnya.
Kini, ada 25 pasang sepatu dipajang di Taman Warna-Warni.
Ia pun meyakini, masih banyak barang bekas lain yang bisa ia manfaatkan.
"Nanti pasti ada idenya, sekarang masih pikir-pikir dulu," tutupnya. (del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kampung-jambangan-kreatif.jpg)