Rencana Menhub Bikin Trans Java Pasca Dibukanya Tol Trans Jawa, Begini Tanggapan Pengusaha Bus

Adanya wacana transportasi versi BUMN, justru membuat para pengusaha pupus, dan merasa dipojokkan kembali.

Rencana Menhub Bikin Trans Java Pasca Dibukanya Tol Trans Jawa, Begini Tanggapan Pengusaha Bus
surya/fatkhul alamy
Suasana ruas jalan tol Wilangan-Ngawi yang sudah difungsikan, Jumat (4/5/2018). 

SURYA.co.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengeluarkan ide untuk membuat moda transportasi umum bertajuk Trans Java, menyusul telah dibukanya tol Trans Jawa.

Rencananya, ide ini akan menggandeng instansi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Jasa Marga dan Damri.

Adanya wacana tersebut ternyata membuat para pengusaha bus antar kota antar provinsi (AKAP) meradang.

Pasalnya, bila hal tersebut dilakukan maka bisa mempengaruhi bisnis dan usahan yang selama ini telah dirintis oleh para pengusaha bus AKAP.

Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Anthony Steven Hambali, menjelaskan, wacana yang dilontarkan Menhub mendatangkan kekecawaan bagi para pengusaha bus.

Apalagi selama ini paa pengusaha bus sudah berusaha mengikuti segala macam regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan ( Kemenhub).

"Sebenarnya ini baru gagasan, tapi sudah sangat berdampak apalagi nanti bila hal tersebut dilakukan. Harusnya kementerian lebih memperhatikan kami, selama ini kami sudah mati-matian mengikuti regulasi, tiba-tiba tol ini jadi (Trans Jawa) langsung mereka berencana membuat transportasi sendiri, lantas bagaimana dengan kami," ucap Anthony yang juga pemilik PO. Sumber Alam, Senin (7/1/2018).

Lebih lanjut Anthony menjelaskan, keberadaan tol Trans Jawa menjadi sebuah titik cerah bagi pengusaha bus.

Keberadaan tol yang menyambung dari Merak hingga Pasuruan ini membuat beberapa pengusaha kembali bergairah dan menyusun langkah bisnis baru ke depannya.

Apalagi selama ini bus AKAP cukup terpuruk karena kalah bersaing dengan moda transportasi lain, seperti kereta api, dan maraknya maskapai penerbangan murah.

Namun dengan adanya wacana transportasi versi BUMN, justru membuat para pengusaha pupus, dan merasa dipojokkan kembali.

Menurut Anthony, sebenarnya secara wacana apa yang diutarakan oleh Menhub memiliki tujuan yang positif, namun sayang Menhub tidak menitik beratkan untuk menggandeng para pengusaha busa swasta tapi justru membuat transportasi umum versi BUMN.

"Harusnya kementerian berkoordinasi dengan kami yang selama ini sudah mendukung segala kebijakan yang ditetapkan, tapi ini tidak kami sudah terpuruk dan jatuh bangun malah ditambah dengan wacana ini. Bila wacana itu jadi, tidak mungkin bagi kami yang swasta itu bersaing dengan BUMN, ibaratnya seperti bapak yang mengambil alih mainan anaknya," ucap Anthony. (Stanly Ravel)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Pengusaha Transportasi Meradang dengan Bus Trans Java ala Menhub

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved