Persebaya

Jawa Pos Dilaporkan Persebaya Surabaya ke Polisi, Begini Tanggapan AJI Surabaya

Langkah manajemen Persebaya Surabaya melaporkan sebuah media massa ke Polrestabes Surabaya disorot Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Surabaya.

Jawa Pos Dilaporkan Persebaya Surabaya ke Polisi, Begini Tanggapan AJI Surabaya
Surabaya.Tribunnews.com
Logo Persebaya Surabaya. Disibukan Transfer Pemain Liga 1 2019, Persebaya Surabaya Kumpulkan Bonek dan Pemilik Klub berjuluk Green Force. Jawa Pos Dilaporkan Persebaya Surabaya ke Polisi, AJI Surabaya Anggap Gegabah dan Keliru Besar 

SURYA.co.id | SURABAYA - Langkah manajemen Persebaya Surabaya melaporkan sebuah media massa ke Polrestabes Surabaya disorot Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Surabaya.

Keputusan manajemen Persebaya Surabaya tersebut dianggap AJI Surabaya telah gegabah dan keliru besar.

"Langkah Persebaya itu keliru besar," kata Ketua AJI Surabaya, Miftah Faridl saat dihubungi TribunMadura.com (grup SURYA.co.id), Selasa (8/1/2019).

Menurut Miftah Faridl, keluhan manajemen Persebaya Surabaya terkait pemberitaan media massa, seharusnya diselesaikan melalui Dewan Pers.

"Berita itu ungkap fakta. Beda fakta hukum dan fakta jurnalis. Jurnalis bukan penegak hukum dan Jawa Pos bukan lembaga penegak hukum," kata dia.

"Artinya, jurnalis tidak memiliki kewajiban untuk membuktikan fakta yang mereka dapatkan di lapangan dengan pendekatan hukum," sambungnya.

Sesuai dengan UU Pers Pasal 1 (11, 12, dan 13), media massa masih bisa memberikan hak jawab mengenai pemberitaannya.

Kemudian, media massa harus melayani hak jawab serta prosedur pencabutan, ralat, dan memperbaiki berita yang tidak akurat, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 11 dan 10.

"Jangan jauh-jauh dulu ke Dewan Pers. Tinggal kirim hak jawab, kelar," jelas Miftah Faridl.

"Kalau hak jawab tidak dilayani, baru lapor Dewan Pers," imbuhnya.

Miftah Faridl menambahkan, dalam beberapa kasus, Dewan Pers berhasil melakukan advokasi sebuah media massa dan pihak yang merasa dirugikan dengan pemberitaannya.

Ia mengatakan, Dewan Pers akan terus melayani laporan pihak yang merasa dirugikan dengan sebuah media massa.

Seperti diketahui, media massa Jawa Pos dilaporkan manajemen Persebaya Surabaya terkait pemberitaan hasil liputan investigasinya. Pelaporan ke Polrestabes Surabaya dilakukan Senin (7/1/2019).

Manajemen Persebaya Surabaya merasa dirugikan lantaran nama jajarannya tercatut dalam dugaan match fixing saat laga Bajul Ijo melawan Kalteng Putra saat Liga 2 2017 lalu.

Pada laporannya, manajemen Persebaya Surabaya melaporkan media massa tersebut dengan kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah dalam pemberitaannya. (Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ayu Mufidah KS)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved