Berita Madiun

Setelah Jalani Sidang Pertama, Dua Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun Ditahan

Dua pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun yang terlibat kasus korupsi penyalahgunaan anggaran pengelolaan sampah akhirnya ditahan di Lapas

Setelah Jalani Sidang Pertama, Dua Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun Ditahan
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto, diperiksa petugas lapas Kelas 1 Madiun, Senin (7/1/2019). 

SURYA.id|MADIUN - Dua pejabat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun, Bambang Brasianto dan Priono Susilo Hadi, yang terlibat kasus korupsi penyalahgunaan anggaran pengelolaan sampah akhirnya ditahan di Lapas Kelas 1 Madiun, Senin (7/1/2019) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.

Bambang Brasianto yang menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Priono Susilo Hadi, Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Domestik, dibawa ke lembaga pemasarakatan oleh jaksa penyidik dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun mengunakan mobil Toyota Innova warna hitam bernopol AE 1148 FB .

Pantauan di lokasi, Bambang Brasianto yang mengenakan kaus kerah abu-abu tampak keluar membawa tas warna cokelat, sementara Priono Susilo Hadi, mengenakan kemeja batik lengan panjang warna oranye.

Keduanya enggan berkomentar saat ditanya mengenai kondisi kesehatan mereka oleh sejumlah awak media yang sudah menunggu sejak magrib.

Setelah masuk ke dalam lapas, keduanya diperiksa oleh petugas lapas, dan diminta menitipakan barang-barang berharga kepada petugas. Selanjutnya, keduanya menjalani pemeriksaan kesehatan di poli kesehatan.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Bayu Novrian Dinata, mengatakan, penahanan kedua terdakwa sesuai dengan keputusan dari majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya. Dalam persidangan pertama dengan agenda pembacaan dakwaan, hakim mengeluarkan penetapan penahanan, terhadap kedua terdakwa hingga 30 hari ke depan.

"Setelah menjalani persidangan yang pertama tadi, pembacaan dakwaan, hakim mengeluarkan penetapan penahanan terhadap kedua terdakwa yang mana, penahanan itu selama 30 hari ke depan, sejak hari tanggal 7 januari, hingga 5 Februari 2019," kata Bayu saat ditemui di Lapas Kelas 1 Madiun, Jalan Yos Sudarso no 100, Kota Madiun, Senin (7/1/2019) malam.

Dia mengatakan, alasan hakim menetapkan penahanan terhadap kedua terdakwa lantaran, dikhawatirkan keduanya melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan akan mengulangu tindak pidana.

"Alasanya, dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan akan mengulangi tindak pidana," jelas Bayu.

Ditanya, mengenai kondisi kesehatan Bambang Brasianto, Bayu mengatakan, kondisi kedua terdakwa dalam kondisi sehat. Namun, untuk lebih memmastikan, kedua terdakwa akan menjalani pemeriksaan di poli kesehatan lapas.

"Tadi aman-aman sja, sehat. Sekarang masih dilakukan pengecekan kesehatan di poli lapas, "katanya.

Untuk diketahui, diketahui, Bambang Brasianto dan Priyono Susilohadi, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Mejayan sejak Juli 2018. Meski berstatus menjadi tersangka korupsi penyalahgunaan anggaran dana pengelolaan sampah, Bambang Brasianto tidak ditahan, karena alasan sakit.

Kedua tersangka diduga melakukan korupsi penyalahgunaan anggaran pengelolaan sampah pada 2017 senilai Rp 2 miliar.

Berdasarkan penghitungan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terjadi kerugian negara sebesar Rp 417 juta. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved