Berita Gresik

Sampah Menumpuk di Saluran Ganggu Jalan Akses Wisata Religi Maulana Malik Ibrahim Gresik

Pemandangan tidak sedap terlihat di saluran air dekat balai nelayan Pesusuan Kecamatan Gresik. Saluran ini dekat dengan parkir bus para wisata religi.

Sampah Menumpuk di Saluran Ganggu Jalan Akses Wisata Religi Maulana Malik Ibrahim Gresik
surya.co.id/sugiyono
LUMPUR – Endapan lumpur dan sampah di saluran air Jl RE Martadinata Kelurahan Lumpur terlihat kumuh, Minggu (6/1/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Pemandangan tidak sedap terlihat di saluran air dekat balai nelayan Pesusuan Kecamatan Gresik. Saluran ini dekat dengan parkir bus para wisata religi Makam Maulana Malik Ibrhim, Sehingga banyak wisatawan menyaksikannya.

Saluran air tersebut terlihat endapan lumpur disertai sampah-sampah berbagai jenis.

Kondisi endapan lumpur tersebut berada di tepi Jl RE Martadinata, Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik. Jalan tersebut merupakan salah satu akses bus pariwisata religi menuju terminal bus Syeh Maulana Malik Ibrahim.

Padahal, jarak Terminal Bus Pariwisata Syeh Maulana Malik Ibrahim hanya berjarak puluhan meter dengan endapan lumpur itu. Sehingga secara tidak langsung menjadi pemandangan wisatawan.

Endapan lumpur tersebut tidak bisa air mengalir deras ketika musim kemarau, sehingga menjadi hamparan lumpur dan dipenuhi dengan sampah plastik. Akibatnya menjadi pemandangan yang tidak indah.

Warga sekitar sendiri sudah berusaha tidak lagi membuang sampah di endapan itu, namun karena terbawa angin dan menempel di lumpur sehingga menjadi tumpukan sampah.

“Sampah di saluran air itu sudah bisa hanyut, sebab nempel di lumpur,” kata Maludin, warga Kelurahan Lumpur yang sedang memperbaiki jaring di balai nelayan Pesusuan, Minggu (6/1/2019).

Namun, warga sekitar endapan lumpur tersebut pasrah terhadap keadaan tersebut, sehingga selama puluhan tahun ini tidak pernah ada pengerukan dan pembuangan.

“Sejak lahir sampai sekarang tidak pernah ada pengerukan, akibatnya ya seperti ini. Warga hanya berusaha tidak membuang sampah di situ,” kata pria paruh baya sambil memperbaiki jaring bersama teman-temannya.

Sementara seorang Ibu rumah tangga menyebutkan bahwa warga tidak lagi membuang sampah di salauran itu. Sebab, tidak lagi ada aliran air ke laut.

“Tidak ada lagi aliran air, sehingga yang ada hanya sampah-sampah itu,” kata seorang ibu sambil momong anaknya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved