Breaking News:

Berita Pamekasan Madura

Respons Warganet terkait Penutupan Karaoke di Pamekasan Madura

Penutupan tempat karaoke di Pamekasan ditanggapi beragam masyarakat, khsusnya warga net

Foto:kuswanto ferdian
Para pemandu lagu foto bersama usai pertemuan dengan para pengusaha, LSM di Lestauran Putri Pamekasan, Minggu (6/1/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Penutupan tempat karaoke di Pamekasan ditanggapi beragam masyarakat, khsusnya warga net. Bupati Pamekasan Badrut Tama pada Senin (01/01/2019) menutup sementara tempat karaoke di wilayah Pamekasan.

Dilansir dari halaman komentar Facebook Media Madura.com, ada sebagian warganet yang berkomentar bahwa maksiat di Kabupatan Pamekasan yang dijuluki “Kota Gerbang Salam” harus diberantas, ada juga yang memberikan komentar kritikan terhadap Bupati Pamekasan, Badrut Tamam.

Bahkan ada juga yang menawarkan pekerjaan terhadap pemandu lagu.

“Bupati Pamekasan harus tegas, gerbang salam Pamekasan harus bersih dari tempat maksiat”, komentar dari akun facebook dengan nama Hafidz Akbar Ajay Habibi.

“Maksud pemerintah ini apa? apa memang sudah seharusnya tempat karaoke ditutup? Perlu ditanjau ulang lagi masalah maksiat atau tidak itu tanggung jawab individu," komentar akun bernama Ahmad Fajar Shodiq.

“Coba aja ikut KDI mungkin bisa lolos dan masuk, kan tujuan berkaraoke untuk seni dan akhirnya jadi artis, tidak nyambung kalau misinya jadi artis akhirnya cari pekerjaan. Kalau memang butuh pekerjaan di rumahku ada," komentar akun yang bernama Aqim Abdus Syukur.

Sebelumnya, para pengusaha hiburan karaoke, pemandu lagu, juga penikmat musik karaoke, serta Lembaga Swadaya Masyarakat mengadakan pertemuan di Ball Room Hotel Putri, Jalan P. Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan, Minggu (06/01/2019).

Pada pertemuan tersebut mereka berkumpul untuk diminta menyampaikan aspirasinya dan keluh kesahnya dari masing - masing pihak, baik dari pengusaha, dan juga pemandu lagu setelah aksi penutupan permanen tempat hiburan karaoke di Kabupaten Pamekasan.

Selain itu, pada pertemuan tersebut para pengusaha, pamandu karaoka dan LSM mempertanyakan tanggung jawab dan solusi dari Bupati Pamekasan Badrut Tamam setelah ditutupnya tempat hiburan karaoke di kabupaten Pamekasan. (kuswanto ferdian)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved