Berita Surabaya

Rekrutmen GTT Dibatasi, Ini Alasan Masuk Akal Dinas Pendidikan Jatim

Dinas Pendidikan Jatim menerapkan kebijakan membatasi rekrutmen GTT (Guru Tidak Tetap) sejak 2017.

Rekrutmen GTT Dibatasi, Ini Alasan Masuk Akal Dinas Pendidikan Jatim
surya/sulvi sofiana
Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan Jatim menerapkan kebijakan membatasi rekrutmen GTT (Guru Tidak Tetap) sejak 2017.

Tepatnya ketika peralihan kewenangan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke pemerintah provinsi Jawa Timur.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan saat ini pihaknya mempunyai jumlah GTT/PTT sebanyak 21 ribu. Jumlah ini tidak bertambah hingga dua tahun terakhir.

Sebab, bertambahnya jumlah GTT atau guru honorer akan berdampak pada beban sekolah. Di samping itu, sekolah juga harus mengoptimalkan peran GTT.

Apalagi, kebutuhan guru produktif di Jatim mencapai 800 guru sampai tahun 2020.

”Kami minta sekolah tidak merekrut lagi GTT. Ya meskipun kita tidak menampik guru-guru pensiunan ini cukup banyak. Apalagi tahun 2019 nanti mencapai puluhan yang pensiun di seluruh Jatim,” ungkapnya.

Jika sekolah melakukan pengangkatan guru honorer, maka harus sepengetahuan Dinas Pendidikan Jatim. Sebab, rekrutmen GTT akan menjalani tes yang akan dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jatim.

”Sifatnya perekrutan guru honorer ini bukan mutlak kewenangan sekolah,” tegas mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini.

Oleh karena itu, sebagai solusi dari persoalan pengangkatan GTT, Saiful mengaku jika pihakya telah menerapkan kebijakan dengan mengangkat kembali guru pensiunan produktif untuk dijadikan guru honorer.

Namun, kebijakan tersebut juga harus melalui berbagai tahapan dan sarat untuk bisa diangkat kembali.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved