Berita Sumenep Madura

Pembalakan Kayu Ilegal di Pulau Kangean Sumenep Kembali Marak, Polisi hanya Tangkap Sopirnya 

Kendati sudah puluhan warga pelaku ilegal logging di Pulau Kangean, Sumenep, Madura, ditangkap dan dipenjara, namun penjarahan hutan masih terjadi.

Pembalakan Kayu Ilegal di Pulau Kangean Sumenep Kembali Marak, Polisi hanya Tangkap Sopirnya 
surya.co.id/moh rivai
Kayu hasil jarahan berhasil diamankan petugas. Penjarahan kayu di Pulau Kangean Sumenep Madura kembali marak. 

SURYA.co.id | SUMENEP - Kendati sudah puluhan warga pelaku ilegal logging di Pulau Kangean, Sumenep, Madura, ditangkap dan dipenjara, namun pelaku penjarahan kayu hutan lindung di Pulau Kangean masih saja terjadi. Walaupun penjagaan petugas terhadap keberadaan kayu hutan lindung yang mulai menipis itu telah diperketat.

Celakanya, pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang itu berhasil kabur, dan petugas hanya mendapati seorang sopir mobil pickup pengangkut kayu batangan, Herman (29) warga Dusun Pasar, Desa Pandemam, Arjasa, Sumenep. Kini tersangka Herman mendekam di Mapolsek Arjasa, Pulau Kangean Sumenep, Senin (7/1/2019).

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin melalui Kasubag Humas, AKP Mohammad Heri, menuturkan, tertangkapnya salah satu komplotan pelaku illegal Logging, berasal dari laporan masyarakat bahwa di sebuah lokal hutan lindung kawasan hutan jati pada 24 RPH Sawah Sumur, Deda Pandeman Kecamatan Arjasa sedang berlangsung penebangan pohon jati yang dilakukan oleh beberapa orang pelaku.

“Berdasarkan laporan itu, petugas gabungan polsek Arjasa dan Polhut Kangsan pun bergegas menuju lokasi informasi,” kata Mohammad Heri.

Sampai ke lokasi yang disebutkan masyarakat, petugas perhutani mendapati sebanyak 17 batang dan 47 tonggak yang masih basah. Namun pelakunya tidak ada. Upaya pengintaian dilakukan. Dan benar dalam hitungan menit, petugas melihat ada mobil jenis pickup datang menuju tumpulkan batang kayu jati dan hendak mengangkut kayu hasil curian tersebut.

Seketika itu juga, petugas menggerebek, tetapi ternyata di dalam mobil hanya berisi sopir saja yakni Herman. Sedangkan pelaku lainnya yang juga diperkirakan mengintai dari jarah jauh, berhasil kabur.

“Satu tersangka yakni sopir pickup sudah kami tangkap, tetapi pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya sedang kami kejar,” sambung mantan Kasat Intelkam ini.

Tersangka dan barang bukti berupa satu unit mobil Pikup jenis Carry tanpa spanten No Pol L 9532 AA yang memuat 30 batang kayu jati bentuk gelondongan. Dan 17 batang kayu jati yang diamankan di TKP kawasan hutan Jati petak 24, RPH Sawah Sumur kini diamankan petugas.

Mereka, pengangkut, menguasai dan membawa hasil hutan tidak dilengkapi Surat Keterangan Hasil Hutan (SKSHH) melanggar pasal 83 ayat(1) huruf a dan b UU No.18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan perusakan hutan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Penulis: Moh Rivai
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved