Berita Jombang

100 Hari Menjabat, Bupati dan Wakil Bupati Jombang Dinilai Belum Punya Gebrakan

Sudah 100 hari menjabat, Bupati dan Wakil Bupati Jombang dinilai belum punya gebrakan baru yang menguntungkan masyarakat.

Penulis: Sutono | Editor: Eben Haezer Panca
surya.co.id/pipit maulidiya
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (kiri) dan Wakil Bupati Sumrambah. 

SURYA.co.id | JOMBANG – Tanggal 3 Januari lalu, genap 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Mundjidah Wahab – Sumrambah (Murah), memimpin Kabupaten Jombang.

Namun hingga 100 hari lebih, belum mampu menunjukkan gebrakan yang mengindikasikan leadership kuat, menggigit, apalagi 'out of box'. Juga belum ada 'berita baik', yang itu semua ditunggu masyarakat.

Itulah setidaknya rangkuman penilaian yang diutarakan Yusron Aminulloh, Ketua Forum Masyarakat Jombang Berdaya, serta Sean Choir, aktivis NGI (Non Goverment Individual), pendiri Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Jombang dan pengamat birokrasi.

“Bupati dan Wabup bukan hanya pemimpin birokrat, tapi penggagas yang harus visioner, menggebrak, memotivasi rakyat berdaya, membangun visi ke depan,” tegas Yusron kepada Surya.co.id, Senin (7/1/2019).

Lihat Lumajang, lanjut Yusron, begitu pidato pertama sudah menjadi viral. Begitu melangkah gebrakannya memesona. Bahkan baru mulai kerja, rakyat sudah bangga.

Menuirut Yusron, masyarakat Jombang menunggu, minimal lima hal utama. Pertama, layanan publik terbaru yang akan dipersembahkan kepada masyarakat.

Kedua, infrastruktur besar apa yang akan dibuat untuk mayarakat. Ketiga, kualitas layanan pendidikan. Keempat, kualitas kesehatan, dan kelima gebrakan destinasi wisata berkelas nasional apa yang akan dipersembahkan.

Apalagi tambah Yusron, dikotomi pendapatan Migas dan Non Migas sedang akan diubah menjadi pendapatan wisata dan non wisata. Gerakan pemerintah pusat harus disambut sinergi dengan pemda Jombang.

“Jangan hanya viralkan nambal jalan berlobang. Pembersihan sungai. Itu kerjaan dinas terkait, bahkan kreativitas pemimpin lokal selevel kepala desa. Viralkan kualitas Jombang dan aktualisasi gagasan besar,” tutur Master Trainer Manajemen Energi Positif (MEP) Indonesia ini.

Yusron menganalisis, Tol Surabaya-Mojokerto-Jombang bisa menjadi berkah sekaligus ‘bencana’. Berkah kalau mau memanfaatkan dan melihat peluang bisnis dan wisata di Jombang. Tapi jika kalah kreatif dengan Mojokerto, Kediri dan Nganjuk, orang hanya sekadar lewat Jombang.

“Seorang deputi menteri bilang ke saya. Jombang bisa hanya menjadi kota yang terlewatkan kalau tidak berbenah. Tamu dari Jakarta dan kota-kota lain, memilih menginap dan makan di Surabaya, meski tugas ke Jombang. Ini Surabaya-Jombang hanya perlu 48 menit,” tambahnya.

Di bidang infrastruktur wisata. Orang akan kaget dari Pacet ke Wonosalam jalannya berbeda jauh. Yang Pacet (Mojokerto) jalan lebar dan mulus. Yang Wonosalam (Jombang) sempit.

Sean Choir juga mengritik kinerja 100 hari pasangan Mundjidah-Sumrambah (Murah) yang dinilainya belum memberikan 'berita baik' bagi masyarakat Jombang.

Padahal berita baik ini sangat dinantikan masyakarat Jombang. Mengapai cuma berita baik, sambung Sean Choir, karena dari berita baik muncul optimisme warga untuk mendapatkan hak hidup lebih baik dari hadirnya rezim baru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved