Berita Gresik

Cegah Perceraian, Keluarga NU Diajarkan Cara Merencanakan Pengelolaan Keuangan Jangka Panjang

Kegiatan tersebut diharapkan bisa merubah gaya hidup yang lebih utama dalam menggunakan keuangan keluarga.

Cegah Perceraian, Keluarga NU Diajarkan Cara Merencanakan Pengelolaan Keuangan Jangka Panjang
surya/sugiyono
Pengurus LKKNU Kabupaten Gresik menggelar workshop perencanaan keuangan keluarga NU di Kantor PCNU kabupaten Gresik, Minggu (6/1/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Lembaga kemaslahatan keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Gresik melatih keluarga NU untuk menyipakan perencanaan keuangan keluarga sejak dini.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa merubah gaya hidup yang lebih utama dalam menggunakan keuangan keluarga.

Ahmad Fachri Ustman Ketua LKKNU Kabupaten Gresik mengatakan, workshop perencanaan keuangan keluarga NU ini untuk merencanakan perekonomian keluarga.

Sebab perkembangan enonomi terus berkembang dan tumbuh dengan pesat.

Sehingga, jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik bagi keluarga maka akan mengakibatkan angka perceraian dalam keluarga.

“Saat ini pertumbuhan ekonomi sangat pesat. Adanya mall, hotel, permainan anak-anak serba android dan mudahnya aplikasi-aplikasi online. Namun, jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan keluarga yang baik sejak dini, maka bisa terjadi perceraian,” kata Fachri, di Kantor PCNU kabupaten Gresik, Minggu (6/1/2019).

Dalam workshop perencanaan keuangan keluarga ini sangat diperlukan bagi keluarga yang sudah lanjut dan remaja yang sudah mempunyai penghasilan.

“Perencanaan keuangan yang dilakukan sejak dini, bisa mengatur jenis investasi yang dilihat aman. Dengan investasi bisa mengjar nilai perekmbangan ekonomi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Fahri mengatakan bahwa, perencanaan perekonomian keluarga ini bisa diunakan untuk merencanakan panjang kebutuhan keuangan keluarga.

“Bisa mulai kebutuhan keuangan untuk pendidikan anak, ibadah haji, membeli rumah dan dana pensiun,” katanya.

Oleh karena itu, para peserta diarahkan untuk menyisihkan keuangannya untuk investasi jangka panjang.

“Misalnya bisa menyisihkan unang untuk membeli emas batangan, saham, sukuk dan deposito. Tidak disarankan menabung uang, sebab akan terkena inflasi,” katanya.

Pelatihan tersebut disambut baik bagi Nurul Khoiriah, keluarga muda yang mengaku baru mengetahui adanya perencanaan keuangan yang matang.

“Dengan pengetahuan ini bisa berencana untuk menyisihkan uang untuk membeli emas batangan di pegadaian. Dari sisa uang belanja keluarga,” kata Nurul, alumni PMII.

Penulis: Sugiyono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved