Senin, 11 Mei 2026

Berita Madiun

Miris, Monumen Tentara Genie Pelajar di Kota Madiun Dibiarkan Terlantar

Monumen yang dipersembahkan kepada generasi penerus, atas pengabdian pelajar pejuang dalam perang kemerdekaan Indonesia ini kondisinya memprihatinkan

Tayang:
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Cak Sur
SURYAOnline/Rahadian Bagus
Taman Monumen Tentara Genie Pelajar atau lebih dikenal dengan nama Monumen TGP, dibersihkan dan dicar ulang. 

SURYA.co.id | MADIUN - Puluhan orang berkaus hitam tampak berkerumun di sekitar Taman Monumen Tentara Genie Pelajar atau lebih dikenal dengan nama Monumen TGP, Sabtu (5/1/2018), pagi itu. Mereka tampak membersihkan sekitar taman yang ditumbuhi dengan rumput liar.

Ada juga yang sibuk mengecat ulang pagar besi yang mengelilingi taman, mengecat tulisan yang terukir pada batu marmer yang ditempel di monumen, dan mengecat selongsong mortir yang mulai berkarat.

Bahkan, mereka juga memasang kembali dua selongsong mortir berwarna kuning, berukuran pria dewasa yang roboh, lantaran semen penyangganya sudah rusak.

Puluhan orang berkaus hitam ini merupakan karyawan Fave Hotel dan Aston, yang sedang melakukan kegiatan bakti sosial.

Kali ini, mereka ingin membersihkan dan mempercantik kembali Monumen TGP yang berada di Jalan TGP, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.

"Pada kegiatan baksos kali ini, kami membersihkan dan mengecat ulang monumen TGP. Kami ingin agar anak-anak muda di Kota Madiun, bhwa ada Monumen TGP di kota mereka, dan harus kita jaga bersama," kata Sales Executive Fave Hotel, sekaligus ketua pelaksana, Herda Maftukhah, saat ditemui di lokasi.

Dia mengatakan, kegiatan pagi itu diikuti oleh sekitar 30 orang, dimulai sejak pukul 08:00, hingga siang hari. Herda mengatakan, kegiatan yang dilakukan di antaranya, membersihkan sampah, rumput, dan juga mengecat ulang.

"Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap tempat bersejarah. Sebelumnya kami juga pernag melakukan kegiatan serupa di Monumen Kresek, dan juga rumah dr.Radjiman," katanya.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi masyarakat, terutama generasi muda agar peduli dengan peninggalan sejarah. Seperti yang dikatakan Presiden Soekarno, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.

Ketua RT 18/ RW 04, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, bernama Sutrisno, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh para karyawan Fave dan Aston Hotel.

Sebab, selama ini, taman Monumen TGP terlantar begitu saja dan tidak pernah ada yang merawat.

"Kurang terawat, sejak 2016. Dahulu pernah dirawat, yang mengelola tentara,"katanya.

Dia berharap, pemerintah kota setempat agar merawat monumen yang menjadi simbol atau bukti bersejarah lahirnya para Tentara Genie Pelajar (TGP) di Kota Madiun.

Pantauan di lokasi, kondisi taman Monumen TGP memang memprihatinkan. Sebagian pagar besi yang mengelilingi taman sudah berkarat, rusak, dan ada yang hilang.

Dua selongsong mortir berukuran sebesar orang dewasa yang ambruk, juga dibiarkan tergeletak begitu saja. Sementara, tulisan yang menunjukan keterangan mengenai monumen itu juga sudah tidak terlihat jelas.

Menurut keterangan yang tertulis pada batu marmer yang menempel di monumen, disebutkan monumen tersebut merupakan Monumen Perjuangan Tentara Genie Pelajar Brigade XVI. Monumen ini dipersembahkan kepada generasi penerus, atas pengabdian pelajar pejuang dalam perang kemerdekaan Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved