Breaking News:

Berita Pamekasan Madura

Begini Reaksi Pemilik Karaoke di Pamekasan saat Bupati dan Wakil Bupati Tiba-tiba Menutupnya

Pemkab Pamekasan menutup lima tempat usaha hiburan dan karaoke karena dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda), Selasa (1/1/2019), pukul 11.30.WIB.

Penulis: Muchsin | Editor: Parmin
SURYAOnline/muchsin
Bupati Pamekasan Badrut Tamam menjelaskan kepada Ny Lina, pemilik Hotel dan Restoran Putri, terkait penutupan  karaokenya Selasa (1/1/2019). Lima karaoke di Pamekasan ditutup karena dianggap melanggar Perda Pemkab Pamekasan. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan menutup lima tempat usaha hiburan dan karaoke karena dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda), Selasa (1/1/2019), pukul 11.30.

Kelima tempat usaha hiburan dan karaoke di Pamekasan yang ditutup, yakni karaoke yang menyatu dengan Hotel dan Restoran Putri, di Jl Trunojoyo. Kafe Puja Sera, di Jl Niaga, Café & Resto King Man, di Kelurahan Kolpajung, Kafe Kampung Q-ta, di Jl Wahid Hasim dan Karaoke Dapur Desa, di Jl Raya Trasak, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Penutupan kelimat tempat hiburan ini dilakukan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan, Raja’ie, dihadiri Kapolres Pamekasan, AKP Teguh Wibowo, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf M Effendi, Pj Sekdakab Pamekasan, Mohammad Alwi, Satpol PP, pimpinan sejumlah ormas Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Laskar Pembela Islam (LPI).

Namun dari lima tempat hiburan yang didatangi untuk ditutup itu, hanya di Hotel dan Restoran Putri, di Jl Trunojoyo, bupati dan rombongan yang ditemui pemiliknya, Lina. Sedang di empat tempat hiburan lainnya, kebetulan tutup tidak ada kegiatan . Sehingga bupati dan rombongan berdiri di depan pintu sambil menembelkan stiker perda.

Kali pertama bupati dan rombongan mendatangi Hotel dan Restoran Putri. Di tempat itu bupati ditemui Lina, pemilik hotel. Bupati menjelaskan kedatangannya  untuk menutup tempat hiburan karaoke di lokasi itu, yang disertai penyodoran map oleh Satpol PP kepada Lina, agar ditandatangani.

Tapi Lina tidak segera membubuhkan tanda tangan, melainkan masih membaca isi mapnya terlebih dulu.

“Jadi sesuai pembicaraan sebelumnya, mulai saat ini karoke di tempat ini ditutup dan tidak ada lagi tawar menawar. Itu map yang kami sodorkan sebagai tanda bukti penerimaan saja,” kata Bupati Badrut Tamam.

Saat itu Lina terkejut dan hampir tidak percaya dengan keputusan bupati. “Ini ditutup beneran tah Pak. Bagaimana nanti dengan nasib karyawan kami. Apa tidak ada pembicaraan lagi, kok langsung ditutup begitu saja dan ini sepihak lho Pak,” kata Lina, pasrah dengan keputusan itu.

Selanjunya bupati dan rombongan menuju tempat karaoke, yang kebetulan tidak ada aktivitas. Lalu di pintu masuk bupati dan waktil bupati menempelkan stiker bertuliskan Pemberitahuan, berdasarkan Keputusan Bupati Pamekasan Nomor : 188/554/432.013/2018, tanggal 28 Desember 2018, memutuskan menutup sementara seluruh tempat usaha hiburan karaoke di Kabupaten Pamekasan , sambil menunggu pemberlakuan Perda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Pamekasan, Nomor 3 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Hiburan dan Rekreasi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved