Gunung Agung Dinyatakan 'Siaga' Usai Erupsi Selama 3 Menit, Berikut Wilayah yang Kena Abu Vulkanik

Gunung Agung di Karangasem, Bali kembali erupsi pada Minggu (30/12/2018) pukul 04.09 Wita, statusnya kini level III atau Siaga

Gunung Agung Dinyatakan 'Siaga' Usai Erupsi Selama 3 Menit, Berikut Wilayah yang Kena Abu Vulkanik
antara foto
Sejumlah warga menyaksikan asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12/2017). 

SURYA.co.id - Gunung Agung di Karangasem, Bali kembali erupsi pada Minggu (30/12/2018) pukul 04.09 Wita, statusnya kini level III atau Siaga

Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Gunung Agung mengalami erupsi selama 3 menit 8 detik dengan amplitudo maksimum 22 mm.

Namun kolom abu akibat erupsi Gunung Agung ini tidak teramati karena puncak tertutup kabut.

Hingga Minggu pagi petugas mencatat terjadi tiga kali gempa pada rentang waktu enam jam.

Masing-masing satu kali gempa letusan, vulkanik dangkal dan vulkanik dalam.

UPDATE TERKINI Gunung Anak Krakatau, Tinggi Menyusut 228 Meter, Meletus 27 Kali

Info Terkini Gunung Anak Krakatau Masuki Fase Mematikan, Semburan Abu Telah Sampai Cilegon

PVMBG menyatakan Gunung Agung dalam status level III atau siaga.

Untuk itu Masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, wisatawan diimbau agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual terbaru.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung diimbau untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved