Penembakan di Papua

Alasan Polri Gencatan Senjata dengan KKB Papua Saat Natal & Tahun Baru, Kapolri Lakukan Siasat Ini

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan untuk gencatan senjata terhadap upaya pengejaran KKB Papua, ternyata Tito punya siasat tertentu

Alasan Polri Gencatan Senjata dengan KKB Papua Saat Natal & Tahun Baru, Kapolri Lakukan Siasat Ini
Facebook Komunitas Cinta Polri
Alasan Polri Gencatan Senjata Terhadap KKB Papua Saat Natal & tahun Baru 

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf. Mohammad Aidi menanggapi pemberitaan mengeni proses evakuasi, pasukan TNI melakukan serangan udara dan serangan bom sehingga mengakibatkan sejumlah warga sipil tewas, itu sama sekali tak benar.

“Kami perlu tegaskan di sini bahwa TNI tidak pernah menggunakan serangan bom, TNI hanya menggunakan senjata standar pasukan infantri yaitu senapan perorangan yang dibawa oleh masing-masing prajurit.

Titiek Puspa Bongkar Rahasia di Balik Lagu Kupu-kupu Malam, Berawal dari Sesosok Perempuan

Jalan Menuju Wisata Air Terjun Kakek Bodo Tretes Pasuruan Longsor

Lokasi pembangunan jembatan di Jalan Trans Papua, di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.
Lokasi pembangunan jembatan di Jalan Trans Papua, di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. (ist)

Media dan warga juga bisa melihat bahwa alutsista yang digunakan TNI hanya helly angkut jenis bell dan MI-17.

Tidak ada helly serang apalagi pesawat tempur atau pesawat pengebom,” ungkapnya pada Minggu (9/12/2018), seperti dikutip dari Kompas.com.

Selain itu, lanjut Aidi, TNI hingga saat ini belum pernah melakukan serangan.

Sebaliknya, pada saat TNI dan Polri melaksanakan upaya evakuasi, justru KKSB yang menyerang sehingga terjadi kontak tembak dan mengakibatkan satu orang anggota Brimob menderita luka tembak.

“Perlu juga kami gambarkan bahwa lokasi pembantaian di bukit puncak Kabo adalah kawasan hutan yang terletak sekitar 4-5 km dari pinggir kampung terdekat.

Jadi bila ternyata ada laporan telah jatuh korban akibat kontak tembak tersebut maka dapat dianalisa bahwa korbannya bukan warga sipil murni tapi mungkin saja mereka adalah bagian pelaku yang telah melaksanakan pembantaian,” ucap Aidi.

“Mereka mengklaim bahwa mereka telah menentukan zona tempur di kawasan Habema sampai dengan Mbua.

6 Fakta Rifai Pamone Jurnalis Metro TV, Penyebab Meninggal Dunia hingga Sosok dan Biodatanya

Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua.
Sosok Egianus Kogoya pimpinan KKB pembantai karyawan Istaka Karya di Papua. (FACEBOOK/TPNPB)

Walaupun itu hanya klaim sepihak karena tidak pernah ada perjanjian antara TNI dan KKSB tentang zona tempur tersebut,” kata Aidi lagi.

Aidi menegaskan, pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik.

"Ini adalah sikap pengecut dan tidak punya harga diri, sangat hina di mata Tuhan dan di mata kita semua yang hanya berani kepada warga sipil yang tidak berdaya.

Saat TNI bertindak mereka langsung koar-koar melolong bagaikan anjing kejepit minta perhatian kepada publik seolah-olah mereka para KKSB yang teraniaya,” tukas Aidi.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, yang menyebut KKB telah melakukan propaganda meresahkan masyarakat dan menyebarkan ketakutan.

Oleh karena itu, bagi Wiranto, tak ada gunanya menjawab klaim-klaim mereka.

"Saya tidak akan berdiskusi dengan kriminal, mereka klaim apa saja enggak saya jawab, enggak benar itu pasti," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

Wiranto juga menyebutkan, TNI dan Polri dalam misi tersebut menggunakan pelontar granat.

Wiranto membantah isu bahwa tim gabungan menggunakan bom.

Mungkin ini yang membuat orang awam mengira aparat menggunakan bom.

Sebab, suara yang ditimbulkan bom dan granat pelontar sama.

Wiranto memastikan tak ada bom yang digunakan dalam upaya pengejaran.

"Kalau bom dijatuhkan dari udara, ini dilontarkan dari senapan. Jadi jangan sampai ada berita simpang-siur," kata Wiranto. (*)

Arsy Hermansyah Hilang di Siam Paragon Mall Bangkok, Ashanty Panik hingga Harus Berlarian Mencari

Kriss Hatta Bongkar Kebohongan Hilda Vitria, Hotman Paris Marah hingga Lempar Sepatu Mahalnya

Ifan Seventeen Ungkap 3 Sosok Penolongnya saat 2 Jam Terkatung-katung di Tengah Laut dan Setelahnya

Keputusan Akhir Gisel setelah Merasa Bersalah Melihat Roy Marten Menangis

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved