Rumah Politik Jatim

Survei Internal Sebut 75 Persen Pemilih Golkar Pilih Jokowi, Begini Reaksi DPD Jatim

Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur, Zainuddin Amali, menegaskan mayoritas suara Golkar kini juga telah mendukung Jokowi

Survei Internal Sebut 75 Persen Pemilih Golkar Pilih Jokowi, Begini Reaksi DPD Jatim
SURYA.co.id/ Bobby Constantine Koloway
PLT Ketua DPD Partai Golkar Jatim, Zainuddin Amali saat ditemui usai tasyakuran HUT Partai Golkar ke-54, di DPD Golkar Jatim, Sabtu (20/10/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Golkar masih cukup optimistis memberikan maksimal suara pada pemilihan presiden atau Pilpres 2019 mendatang. Mesin pergerakan di partai kini telah solid untuk menyeleraskan pemenangan di pemilihan legislatif dan pemilihan presiden sekaligus.

Plt Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur, Zainuddin Amali, menegaskan mayoritas suara Golkar kini juga telah mendukung Jokowi.

"Sebanyak 75 persen pemilih Golkar secara nasional di survei internal telah memilih Pak Jokowi. Trennya cukup positif dan kami yakin pada 2019 mendatang akan meningkat pesat," kata pria yang akrab disapa ZA ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (25/12/2018).

Optimisme ini didasarkan pada hasil keliling ZA bersama para pengurus lain di 38 kabupaten maupun kota di Jatim.

Selama proses tersebut, pengurus di Golkar telah solid untuk memenangan capres nomor urut satu tersebut.

"Meski ada opini-opini tak baik, kader tak terpengaruh dan konsolidasi partai tetap berjalan," tegas ZA yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jatim ini.

Termasuk elektabilitas, saat ini kondisi partai tengah merambat naik. Termasuk di Jawa Timur yang menyumbang sekitar 18 persen perolehan nasional.

"Kalau Golkar naik di Jawa Timur, maka prosesntase suara di Jatim juga naik persen," kata ZA yang juga Anggota DPR RI ini.

Menurutnya, Golkar pasca gelaran Pilkada Serentak di 2018 lalu sukses menjaga tren peningkatan tersebut.

"Jawa Timur mendapat apresiasi positif dari DPP atas tren kenaikan yang cukup signifikan. Memang, pasca pilkada, mesin Golkar tak berhenti dan langsung bergerak untuk pemilu 2019 mendatang," tegasnya.

"Kami memiliki optimisme, akan bisa memenangkan kontestasi. Saya lihat positif, perkembangannya," pungkas pria yang menjadi Caleg dari Dapil Jatim XI (Madura) ini.

Di Jawa Timur, mayoritas pemilih Golkar telah mendukung Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Menurut survei The Initiative Institute (TII), sebanyak 63,3 persen akan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di pemilu mendatang.

Sementara sekitar 16,9 persen memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sedangkan sisanya (19,8 persen) masih menyatakan ragu-ragu.

Prosentase peningakatan tersebut cukup menarik, sebab pada pemilu 2014 silam, Partai berlambang pohon beringin mendukung rival Jokowi, Prabowo yang masih berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Pada pemilu 2019 mendatang, Prabowo akan kembali menjadi penantang Jokowi.

Meskipun peningkatan itu cukup tinggi, prosentase pemilih Jokowi tersebut masih berada di bawah suara pemilih Jokowi dari partai pendukung lainnya, seperti PDI Perjuangan (80,4 persen), Perindo (69,6 persen), Hanura (68,8 persen), dan PKB (68,2 persen). Namun, berada di atas NasDem (52,8 persen), PPP (54,5 persen), dan PSI (42,9 persen).

Meskipun demikian, suara tersebut disinyalir masih terus akan meningkat. Apalagi, masa kampanye masih menyisakan waktu sekitar empat bulan kedepan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved