Pemerintah Jokowi Kuasai 51,2 Persen Saham Freeport, Mahfud MD Jelaskan Pangkal Masalahnya

Keberhasilan pemerintah mengambil alih sebagian saham PT Freeport Indonesia direaksi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Pemerintah Jokowi Kuasai 51,2 Persen Saham Freeport, Mahfud MD Jelaskan Pangkal Masalahnya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Salah satu bakal capres dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mahfud MD usai bertemu Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, di Kantor Pusat Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2014). Pertemuan ini sebagai silaturahmi kawan lama dan juga membicarakan situasi politik Indonesia terkini. 

SURYA.CO.ID - Keberhasilan pemerintah mengambil alih sebagian saham PT Freeport Indonesia direaksi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD

Diketahui  pemerintah melalui PT Inalum (Persero) berhasil memiliki 51,2 persen saham PT Freeport Indonesia.

Indonesia telah melunasi divestasi PT Freeport Indonesia dengan membayarkan 3,85 miliar dollar AS atau setara RP 55,44 triliun pada Jumat (21/12/2018).

Menanggapi hal itu, dalam cuitannya di Twitter, Sabtu (22/12/2018), Mahfud MD lantas menerangkan persoalan PT Freeport selama ini.

"(Freeport-1) Heboh-meriah ttg Freeport memasuki babak baru. Sejak 21/12/18 Indonesia behasil memaksa divestasi, mengambil 51% saham Freeport.

Apa dan bagaimana problem Freeport selama ini, bnyk yg tdk tahu; tahunya hanya ribut-ributnya. Yuk, pahami, agar debat2 kita proporsional," tulis Mahfud MD.

Mahfud MD mengatakan, pokok persoalan PT Freeport Indonesia adalah sistem Kontrak Karya (KK) yang diizinkan pemerintah pada tahun 1967.

Dengan sistem KK, kata Mahfud MD, membuat PT Freeport Indonesia sejajar dengan pemerintah.

Lebih lanjut, Mahfud MD mengatakan, pemerintah Indonesia mengundangkan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 yang berisi mengubah bentuk KK menjadi bentuk izin usaha.

Sehingga, kata Mahfud, PT Freeport Indonesia tidak bisa lagi disejajarkan dengan pemerintah.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved