Terungkap 3 Alasan Sebenarnya TGB Pilih Bergabung Golkar Setelah Tinggalkan Demokrat

Akhirnya Terungkap Tiga Alasan Sebenarnya TGB Pilih Bergabung Golkar Setelah Tinggalkan Partai Demokrat.

Terungkap 3 Alasan Sebenarnya TGB Pilih Bergabung Golkar Setelah Tinggalkan Demokrat
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB). 

SURYA.CO.ID, JAKARTA - Akhirnya terungkap tiga alasan sebenarnya TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memilih bergabung Partai Golkar setelah meninggalkan Partai Demokrat.

Seperti dilansir Surya.co.id dari Kompas.com   alasan itu adalah:

1. Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, ingin membangun Indonesia dengan Islam Wasathiyah.

"Bagi saya membangun Indonesia adalah tentang ber-fastabiqul khairat, berlomba dalam kebajikan dengan prinsip falsafah jalan tengah wasathiyyah atau moderasi," ujar TGB melalui keterangan pers resmi, Jumat (21/12/2018).

Menurut dia, Golkar merupakan partai politik yang tepat untuk meneruskan cita-cita tersebut.

Akbar Faisal Mau Beber Bukti Keburukan Rocky Gerung saat di ILC TV One, Rocky Gerung : Iklankan Saja

Nasib Tragis Komandan ISIS, Bertempur Sendirian hingga Tewas Setelah Ditinggal Anak Buahnya

2. TGB melihat Partai Golkar telah berusaha bertransformasi dengan merawat nilai baik sekaligus meninggalkan hal-hal negatif.

"Saya menangkap semangat ishlah itu dan saya ingin menjadi bagian dari institusi yang transformatif itu," ujar TGB.

"Semangat transformasi ini pada hemat saya sangat diperlukan bangsa kita dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat di seluruh bidang," lanjut dia.

3. TGB memilih Golkar karena secara pribadi mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat untuk periode kedua.

"Dukungan ini saya harapkan bergulir secara kelembagaan melalui Partai Golkar yang, dalam pandangan saya, dengan konsep kekaryaannya sesungguhnya sangat sebangun dengan semangat Pak Jokowi dalam membangun Indonesia," ujar dia.

TGB, yang sebelumnya kader Partai Demokrat, resmi menjadi kader Golkar.

Halaman
123
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved