Korupsi Dana Hibah Kemenpora

Menpora Imam Nahrawi Siap Diperiksa KPK terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Kemenpora ke KONI

Penyidikan dugaan korupsi dana hibah Kemenpora ke KONI masih dilanjutkan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Menpora Imam Nahrawi siap diperiksa.

Menpora Imam Nahrawi Siap Diperiksa KPK terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Kemenpora ke KONI
Tribunnews/Abdul Majid
Menpora Imam Nahrawi diwawancarai awak media terkait beberapa pejabat Kemenpora yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018). KPK menyebut Peran Menpora Signifikan di Korupsi Dana Hibah Kemenpora ke KONI. Nahrawi: Jangan Bentuk Opini. Tribunnews/Abdul Majid 

Bahkan, pihak KPK telah menggeledah kantor Kemenpora dan kantor KONI.

Salah satu sasaran yang digeledah oleh penyiidi komisi anti-rasuah itu adalah ruang kerja Menpora, Imam Nahwari.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, penyidik menggeledah ruang kerja Menpora Imam Nahrawi karena diduga mengetahui alur pengajuan proposal hibah dari KONI itu.

Dan benar, dari pengeledahan ruangan orang nomor satu Kemenpora itu, penyidik menyita proposal dan dokumen dana hibah.

"Karena proses pengajuan proposal ada alurnya. Mulai pihak pemohon diajukan ke Menpora, Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau mendisposisikan misalnya, dan bagaimana proses berikutnya jika disetujui atau tidak disetujui, perlu kami temukan secara lengkap," kata Febri.

Sita Dokumen
Sementara itu, dari penggeledahan di kantor KONI, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait suap dana hibah.

"Penggeledahan ruang bidang keuangan, termasuk ruang bendahara di lantai 11 gedung KONI dan ruang Sekretaris Jenderal di lantai 12 gedung KONI," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati.

Namun, Yuyuk belum menjelaskan detail dokumen yang disita itu.

Dokumen-dokumen itu bakal dipelajari lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan.

"Baru dokumen saja dan belum dijelaskan juga dokumen apa saja. Yang jelas terkait dengan kasus," kata dia.

Diketahui, tim penyidik menemukan uang tunai sebanyak Rp 7,4 miliar di dalam ruang kerja Bendahar Umum KONI pada hari melaksanakan OTT.

Tumpukan uang itu ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik bening.

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved