Korupsi Dana Hibah Kemenpora

Menpora Imam Nahrawi Siap Diperiksa KPK terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Kemenpora ke KONI

Penyidikan dugaan korupsi dana hibah Kemenpora ke KONI masih dilanjutkan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Menpora Imam Nahrawi siap diperiksa.

Menpora Imam Nahrawi Siap Diperiksa KPK terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Kemenpora ke KONI
Tribunnews/Abdul Majid
Menpora Imam Nahrawi diwawancarai awak media terkait beberapa pejabat Kemenpora yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2018). KPK menyebut Peran Menpora Signifikan di Korupsi Dana Hibah Kemenpora ke KONI. Nahrawi: Jangan Bentuk Opini. Tribunnews/Abdul Majid 

SURYA.co.id | JAKARTA - Penyidikan dugaan korupsi dana hibah Kemenpora ke KONI masih dilanjutkan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Menpora Imam Nahrawi siap diperiksa. 

Sudah ada lima orang dari 13 orang yang diciduk ditetapkan sebagai tersangka. Sebagai kelanjutannya, Tim KPK juga telah menggeledah ruang kerja Menpora Imam Nahrawi.

Bahkan, Imam Nahrawi mengaku siap membantu KPK yang tengah menyidik kasus dugaan korupsi dana hibah Kemenpora ke KONI yang melibatkan anak buahnya.

Ruang Kerja Imam Nahrawi Digeledah KPK, Sekmenpora : Alhamdulillah Bukan Ruang Saya

KPK Temukan Uang Rp 7 M Tergeletak di Lantai Saat OTT Pejabat Kemenpora dan KONI

Kronologi OTT Pejabat Kemenpora dan KONI, Sita Uang Tunai Rp 318 juta hingga Amankan 13 Orang

Imam Nahrawi pun bersedia diperiksa jika KPK memerlukan keterangannya.

Pernyataan itu ia katakan setelah menghadiri acara Refleksi Akhir Tahun Kemenpora di Masjid Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/12).

Kolase tiga tersangka suap dana hibah KONI, dari kiri Deputi IV Kemenpora Mulyana, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy resmi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. KPK resmi menahan lima orang tersangka diantaranya Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana dengan barang bukti berupa uang senilai Rp7,318 Miliar terkait kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kolase tiga tersangka suap dana hibah KONI, dari kiri Deputi IV Kemenpora Mulyana, Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy resmi ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. KPK resmi menahan lima orang tersangka diantaranya Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana dengan barang bukti berupa uang senilai Rp7,318 Miliar terkait kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

“Namanya negara hukum, kita hidup di negara hukum jadi harus siap. Kita harus membantu KPK dengan baik,” kata Imam Nahrawi.

Meski begitu, Imam Nahrawi mengaku sampai saat ini belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari KPK.

“Belum ada panggilan dari KPK,” ujarnya seraya menyatakan belum berkomunikasi dengan Asisten

Pribadinya, Miftahul Ulum, yang turut diperiksa penyidik KPK.

Menpora Imam Nahrawi menjadi sorotan setelah pihak KPK melakukan operasi tangkap tangan atau OTT terhadap Pejabat Kemenpora dan KONI pada Selasa (18/12/2018) hingga Rabu (19/12/2018).

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved