Bertolak ke Taiwan, Khofifah Jajaki Kerjasama dengan CPC Bangun Terminal LNG di Jatim

Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran tim navigasi program ke kantor China Petroleum Corporation (CPC) di Taipe, Taiwan

Bertolak ke Taiwan, Khofifah Jajaki Kerjasama dengan CPC Bangun Terminal LNG di Jatim
Surabaya.Tribunnews.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa mendapatkan cinderamata dari Chairman CPC Corporation Taiwan Chein Tai saat berkunjung ke kantor China Petroleum Corporation (CPC) di Taipe, Taiwan, Kamis (20/12/2018) malam. 

SURYA.co.id | TAIPE - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan jajaran tim navigasi program berkunjung ke kantor China Petroleum Corporation (CPC) di Taipe,  Taiwan,  Kamis (20/12/2018) malam. 

Dalam kunjung itu Khofifah didampingi Prof Masud Said, KH M Roziqi, KH Zahrul Azhar Asad, Arum Sabil, dan sejumlah jajaran tim.  Tampak juga diajak dalam kunjungan ke CPC,  putra Khofifah, Jalaluddin Mannagali Parawansa. 

Rombongan tim Khofifah ini disambut langsung oleh Chairman CPC Corporation Taiwan Chein Tai,  dan juga Vice Chairman of Nahdhatul Ulama Economic Trade Office in Taiwan (NETO) Ishihara serta jajaran pekerja dari CPC. 

Dalam kesempatan itu, dibahas potensi kerjasama antara CPC dengan Jawa Timur. Khusunya dengan kondisi Provinsi Jawa Timur yang memiliki sumber gas alam kedua terbesar di Indonesia setelah Riau. 

"Seperti yang kita ketahui bahwa kita punya sumber gas alam kedua terbesar kedua setelah Riau. Hari ini kita butuh terminal LNG.  Di sini,  CPC taiwan ini sudah punya bangunan terminal LNG yang banyak, kita berharap akan ada investasi dari CPC ke Jawa Timur untuk membangun terminal LNG," kata Khofifah. 

Sebab kebutuhan terminal LNG di Jawa Timur termasuk sangat mendesak untuk direalisasikan.

Tidak hanya poin yang juga menjadi topik bahasan dalam forum kunjungan itu,  adalah terkait industri petrochemical. Lantaran sudah ada Petrokimia di Gresik,  serta juga ada di Pasuruan, maka Khofifah membuka peluang juga untuk membuat sentra industri petrochemical di Jawa Timur.

"Sentra industri petrochemical itu bisa kita siapkan di Jatim, sehingga harapannya bisa menyuplai banyak industri lain baik di dalam maupun luar negeri," ucap Khofifah.

Tidak hanya itu, wanita gubernur Jatim terpilih periode 2019-2024 mendatang itu juga membahas masalah ekspor konsentrat. 

Terutama terkait undang undang baru mineral batu bara yang mempersyaratkan Indonesia tidak bisa lagi ekspor konsentrat. Sehingga harus berhenti dengan indutri hilirnya. 

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved