DPRD Surabaya

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Darmawan: Cabut Izin Penimbun Sembako saat Nataru!

"Jika ada agen sengaja menimbun dan memanfaatkan kesempatan Nataru demi keuntungan pribadi, Pemkot Surabaya wajib mencabut izin usaha dagang mereka."

surya.co.id/nuraini faiq
Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Darmawan meyakini tidak semua agen dan distributor sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) jujur. Bahkan pedagang besar pun akan memanfaatkan setiap momen jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk mengincar keuntungan sebesar-besarnya. 

"Tidak dilarang mencari keuntungan karena berdagang yang dicari adalah keuntungan. Namun jika menggunakan cara yang tidak fair sampai menimbun agar terjadi kelangkaan, ini yang tidak benar," kata Darmawan di sela sidak ke pasar tradisional dan sejumlah warung sembako di Surabaya, Selasa (18/12/2018) .

Cak Aden, panggilan akrab Darmawan, mendapat aduan dari sejumlah pedagang yang dia temui saat sidak mengenai fluktuasi harga bahan pokok menjelang Nataru.

Sampai saat ini, memang harga sembako di tingkat pedagang masih relatif stabil. Ini lantaran harga di tingkat distributor juga tidak naik. Mulai dari beras, gula, minyak goreng, hingga sabun, harganya relatif stabil.

Akibatnya, harga di tingkat pedagang hingga ke tangan konsumen atau masyarakat, harganya relatif stabil. Situasi ini patut diapresiasi karena fenomena harga sembako naik saat Natal dan Tahun Baru kerap terjadi. Namun tahun ini tidak terjadi.

Cak Aden menyampaikan bahwa Pemerintah harus menjamin ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harganya.

Tapi fenomena kenaikan harga di hari-hari besar itu mulai tidak terjadi. Disinyalir biasanya ada permainan dalam tata kelola bahan pokok di pasar. Kondisi ini tidak boleh terjadi dalam situasi apa pun dan oleh siapa pun.

"Jika ada agen yang sengaja menimbun dan memanfaatkan kesempatan Nataru demi keuntungan pribadi, Pemkot Surabaya wajib mencabut izin usaha dagang mereka," tegas Cak Aden. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved