Berita Mojokerto

Dhanil Sulap Batok Kelapa Jadi Bermacam Produk Kerajinan, Ide Muncul saat Dirinya Terserang Penyakit

Ahdhanil Farichi, warga Dusun Bejijong Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyulap batok kelapa menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomis.

Dhanil Sulap Batok Kelapa Jadi Bermacam Produk Kerajinan, Ide Muncul saat Dirinya Terserang Penyakit
surya.co.id/danendra kusumawardana
Ahdhanil Farichi, warga Dusun Bejijong Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyulap batok kelapa menjadi aneka kerajinan, mulai miniatur becak, gitar, hingga helikopter. 

Surya.co.id l MOJOKERTO -  Ahdhanil Farichi (34) warga Dusun Bejijong Desa Bejijong, Trowulan, Kabupaten Mojokerto menyulap batok kelapa menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomis. Kerajinan itu berupa aksesoris dan miniatur.

"Saya sudah memulai membuat kerajinan dari batok kelapa tahun 2012," katanya, Sabtu (15/12).

Ide membuat kerajinan berbahan dasar batok kelapa muncul ketika Dhanil terserang penyakit. Untuk menyembuhkannya dia dianjurkan mengkonsumsi air kelapa.

"Tiap hari saya merebus kelapa lalu meminum airnya. Lama kelamaan, saya termenung dan berfikir untuk memanfaatkan batok kelapa menjadi sebuah kerajinan. Saya coba-coba mencari referensi di internet, ternyata sudah banyak kerajinan yang terbuat dari batok kelapa," ungkapnya.

Usai mendapatkan referensi, Dhanil tak ingin membuat kerajinan dengan bentuk yang sama. Menurut Dhanil, jika sama kerajinan yang dibuatnya tidak akan mempunyai daya tarik.

"Saya pun membuat aksesoris seperti gelang, anting, dan gantungan kunci. Sedang miniatur saya membuat helikopter, kapal, gitar, dan becak. Totalnya ada 150 jenis kerajinan," sebutnya.

Mulanya dia cukup kesulitan membuat kerajinan berbahan dasar batok kelapa. Sebab, setiap batok kelapa memiliki tekstur, bentuk dan warna yang berbeda. Ada yang berbentuk cekung ada pula yang berbentuk datar.

Dia harus memilah-milah batok kelapa terlebih dahulu sebelum membuat kerajinan. Kalau asal memilih, bentuk kerajinan tak akan sempurna. Berbekal pengalaman pernah bekerja di pabrik mainan kayu di Jombang, masalah itu pun dapat teratasi.

"Awalnya memang susah bentuknya tak sempurna dan mudah patah karena berongga. Tapi saya terus berusaha hingga bisa," terangnya.

Dirasa bentuk kerajinan sudah sempurna, Dhanil memberanikan diri membuka usaha dengan modal pas-pasan. Dia memanfaatkan sosial media untuk memasarkan produknya. Selain itu, Dhanil juga menitipkan produknya di art shop yang berada di Mojokerto.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved