Pilpres 2019

Prabowo Sebut Indonesia Punah jika Kalah Pilpres 2019, Politikus PDIP Charles Honoris : Dia Delusi

Capres Prabowo Subianto menyebut Indonesia akan punah jika kalah di Pilpres 2019 dianggap tidak rasional alias delusi.

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memberikan sambutan usai menyaksikan pengukuhan Relawan Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) Kaltim di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME), Minggu (25/11/2018). Ditanya Ngotot Jadi RI 1 Prabowo Saya Dapat Mandat dan Itu Adalah Amanah yang Harus Dijaga, 

SURYA.co.id | JAKARTA - Capres Prabowo Subianto menyebut Indonesia akan punah jika kalah di Pilpres 2019 dianggap tidak rasional alias delusi.

Pernyataan tersebut dinilai sangat tidak berdasar dan mirip dengan pernyataan Prabowo sebelumnya yang dikutip dari sebuah novel fiksi.

"Pernyataan Prabowo bahwa Indonesia bisa punah jika Gerindra kalah adalah sebuah delusi. Sama nilainya dengan ucapan Prabowo sebelumnya, bahwa Indonesia akan bubar pada 2030, yang ternyata dikutip dari novel fiksi," kata Politikus PDI Perjuangan Charles Honoris, Selasa(18/12).

Charles Honoris menjelaskan bahwa partai Gerindra baru berdiri 10 tahun lalu, saat usia Republik Indonesia sudah 63 tahun.

"Kok Prabowo tiba-tiba merasa Gerindra seperti satu-satunya parpol yang berjuang mendirikan republik ini sehingga tanpanya Indonesia akan punah?" kata Anggota Komisi I DPR ini.

Charles kemudian membandingkan dengan partainya yang punya keterkaitan sejarah dan ideologis dengan Partai Nasional Indonesia.

Partai itu sudah didirikan oleh Bung Karno dan tokoh tokoh lain jauh sebelum Indonesia merdeka pada 1927.

Namun, PDI Perjuangan sama sekali tidak pernah merasa menjadi satu-satunya elemen yang mendirikan bangsa ini.

"Sebab, PDI Perjuangan sadar RI bisa ada, dan terus bergerak maju di era Presiden Jokowi sampai saat ini, berkat gotong royong dan kekuatan kolektif seluruh elemen bangsa. Bukan karena satu dua parpol," ujarnya.

Charles justru mengingatkan bahwa Gerindra baru berdiri pasca kepemimpinan Soeharto berakhir.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved