Surya Paloh Puji La Nyalla yang Mengaku Pernah Sebarkan Hoax Jokowi PKI

Saya memberikan penghargaan pada karakter seperti itu, karena kodratnya kita ini tidak ada yang sempurna termasuk saya, sering melakukan kesalahan

surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan sambutan pada acara Apel Siaga Pemenangan Partai NasDem Jawa Timur serta Pengukuhan Kostranas (Komando Strategis NasDem) Jawa Timur, di Jatim Expo, Minggu (28/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh menyambut baik langkah La Nyalla Mattalitti yang mengalihkan dukungan dari Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi ke Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurut Surya Paloh sikap spontan dari La Nyalla Mattalitti yang mengakui bahwa dirinya sendiri pernah memfitnah Jokowi dengan isu PKI harus dihargai.

"Bagi saya, saya memberikan penghargaan pada karakter seperti itu, karena kodratnya kita ini tidak ada yang sempurna termasuk saya, sering melakukan kesalahan, kekhilafan, ya kita perbaiki," kata Surya Paloh, saat ditemui usai menghadiri Seminar Caleg Perempuan Nasdem di Kantor Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Jatim, Jalan Arjuno, Surabaya, Sabtu (15/12/2018).

Ketua JKSN Optimis Jokowi Menang Telak di Madura, Kekuatan Ganda Khofifah dan La Nyalla Bersatu

Prabowo Sebaiknya Tak Anggap Remeh Kepindahan La Nyalla ke Jokowi, Ini Paparan Pengamat Politik UTM

Kedepan, Surya juga meminta, adanya perbedaan pemikiran atau pilihan bisa disikapi dewasa oleh masyarakat salah satunya adalah dengan tidak menyebarkan hoax.

Terlebih lagi terciptanya politik aliran yang membuat terpecahnya bangsa.

"Itu menjadi kekhawatiran sayang yang paling jauh, yaitu retaknya dan terancamnya komitmen kebangsaan kita karena Pemilu," ucap Surya Paloh.

Surya Paloh mengingatkan bahwa Pemilu hanyalah agenda rutin 5 tahunan negara, namun Pemilu ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari bangsa.

"Kita bertemu dengan keluarga tetangga yang setiap hari biasanya ketemu tapi ini tiba-tiba putus, apes juga, ngapain pemilu kalau cuma bikin seperti itu," lanjut Surya Paloh.

Surya pun mengakui pekerjaan rumah bangsa Indonesia sangat besar jika bicara masalah kesejahteraan keadilan dan kemakmuran.

"Tapi kita harus tetap berbangsa dan bernegara makanya ada komitmen pengikatnya namanya ideologi, tapi kalau ideologi ini sudah tidak kita pegang, maka ya sudah, musuh dari negara ini bukan dari luar tapi akan ada perpecahan dari dalam," ucapnya.

Surya pun mengingatkan kepada masyarakat jika ada perbedaan pikiran, hal tersebut sangat wajar.

"Tapi saya minta kita rawat, kita jaga NKRI. Ini bbukan sok nasionalis tapi karena ancaman ini (politik aliran) nyata di depan mata," pungkasnya

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved