Potret

Potret Monica Jasmine yang Mengaku lebih Suka Belajar Sejarah Langsung ke Sumbernya

Monica Jasmine mengaku lebih suka mengenal sejarah dengan mengunjungi langsung sumbernya, seperti ke museum atau tempat historisnya.

Potret Monica Jasmine yang Mengaku lebih Suka Belajar Sejarah Langsung ke Sumbernya
surya.co.id/delya octovie
Monica Jasmine, Miss Indonesia Kalimantan Timur 2018 ini mengaku lebih suka mempelajarai sejarah langsung ke sumbernya. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Bagi Monica Jasmine (21) mempelajari sejarah lewat buku bukan kesukaannya.

Miss Indonesia Kalimantan Timur 2018 itu mengaku lebih suka mengenal sejarah dengan mengunjungi langsung sumbernya, seperti ke museum atau tempat historisnya.

"Kalau belajar sejarah dengan membaca buku itu cepat bosan. Saya sukanya langsung ke museum, atau melihat langsung tempatnya," tutur perempuan yang tengah melepas penat dari skripsi dengan berlibur ke Surabaya ini, Jumat (14/12/2018).

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang ini utamanya sangat menyukai kisah sejarah perang suatu daerah.

Maka dari itu, museum ia pilih jadi destinasi utamanya.

Beberapa museum yang pernah ia kunjungi di antaranya adalah Bentoel, House of Sampoerna, dan Brawijaya.

"Sejarah itu seru cerita-cerita perangnya, lebih seru lagi karena ada konflik-konfliknya. Nah kalau belajarnya dengan mengunjungi museum, itu asyik karena ada cerita dari awal sampai akhir dan runtut," jelas pemilik akun Instagram @monic.jasmine itu.

Kisah sejarah yang paling menarik menurutnya adalah pertempuran 10 November.

Ia mengaku terpukau dengan ceritanya, sambil membayangkan bagaimana para pahlawan berjuang mati-matian mempertahankan kota tercintanya.

Maka dari itu, pehobi menggambar ini sangat menyayangkan anak muda saat ini yang minim ketertarikannya pada sejarah bangsa.

"Iya sekarang memang jarang yang tertarik belajar sejarah. Anak muda sekarang lebih ke gadget, terus malas ke luar ke mana-mana. Yang paling disayangkan lagi, sekarang malah sepertinya rakyat mudah konflik satu sama lain," katanya.

Ia pun berharap masyarakat mau kembali mempelajari sejarah agar memahami betapa sulitnya memerdekakan Indonesia, supaya tidak mudah dipecah-pecah oleh isu tak bertanggungjawab.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved