Berita Lumajang

Polisi Limpahkan Kasus Fotografer yang Cabuli Puluhan Foto Model di Lumajang ke Kejaksaan

Polisi melimpahkan penyidikan kasus pencabulan bermodus jasa fotografi yang dilakukan kawanan di Lumajang. Penyidikan kini ditangani Kejari.

Polisi Limpahkan Kasus Fotografer yang Cabuli Puluhan Foto Model di Lumajang ke Kejaksaan
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, diperagakan oleh model 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Penyidik Polres Lumajang menyerahkan berkas dan tersangka (P-21) perkara pornografi dan pencabulan anak ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang, Jumat (14/12/2018).

Tersangka perkara ini ada tiga orang yakni lelaki yang dikenal dengan julukan Mastenk, AR dan AN, ketiganya warga Kecamatan Tekung, Lumajang.

Perkara ini sempat ramai melalui media sosial. Bermula dari akun bernama 'Mastenk Sang Master' yang memotret modelnya dalam keadaan bugil bersama dua orang pelaku yakni AN dan AR. Ketiganya memakai modus penyediaan jasa fotografi.

Perkara ini ditangani polisi bermula dari laporan MR (15), seorang pelajar sebuah sekolah di Jember pada Agustus lalu. MR mengaku diancam dan dipukuli oleh tiga orang pelaku tersebut. MR dipukuli jika tidak mau menuruti keinginan Mastenk dkk yang menyuruh MR difoto dalam keadaan telanjang.

Hal senada juga disampaikan oleh korban lainnya, MI (16). Dia mengakui jika kemauan Mastenk CS tidak dituruti untuk mengajak berfoto nude (telanjang), maka Mastenk akan memukulinya.

VIDEO:  Pura-pura Diorbitkan, Fotografer Gadungan Cabuli Modelnya di Kawasan Kenjeran Surabaya

Sedangkan Mastenk mengakui ada sekitar 40 orang yang telah dipotretnya dalam keadaan bugil. Tidak hanya dipotret dalam pose telanjang, namun Mastenk juga meraba tubuh korban secara paksa dan mencabulinya.

Bahkan salah satu pelaku, AR sampai memerkosa salah satu model yang dipotret telanjang itu.

Korban rata-rata berusia 14 - 16 tahun. Dari 40 orang yang dipotret dalam kurun waktu dua tahun itu, penyidik Polres Lumajang mendata tujuh TKP yang dijadikan lokasi pemotretan.

Komplotan itu berperan masing-masing, yaitu Mastenk sebagai pengatur gaya, AR yg mengambil gambar serta AN yg mencari korban.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menegaskan proses penanganan kasus itu telah masuk tahap 2 ke Kejari Lumajang.

"Saya harap kejadian keji ini tidak terjadi kembali mengingat hanya manusia terkutuk yg melakukan hal sehina ini sampai merendahkan derajat kaum perempuan. Apalagi korbannya anak," tegas Arsal.

Ketiga orang pelaku itu dijerat memakai pasal berbeda. Pasal yang dipakai yakni Pasal 37 Jo Pasal 11 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Lalu Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan persetubuhan terhadap anak Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan terhadap Anak dengan terlapor AR.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved