ISEF 2018

Dorong Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Mojokerto, BI Resmikan Eduwisata Kawasan Organik Blenjonk

Dorong Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Mojokerto, BI Resmikan Eduwisata Kawasan Organik Blenjonk

Dorong Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Mojokerto, BI Resmikan Eduwisata Kawasan Organik Blenjonk
Surabaya.Tribunnews.com
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah (dua dari kiri), Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng (ketiga dari kiri), Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi (lima dari kanan), dan Pendiri Kampung Organik Blenjonk Slamet (tiga dari kanan) usai peresmian Eduwisata Kawasan Organik Kampung Blenjonk, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/12/2018). 

Program pemberdayaan Eduwisata Kampung Organik Brenjonk menjadi wujud nyata program sosial yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendorong pengembangan usaha tani organik di wilayah tersebut menjadi lokasi eduwisata.

Model kampung organik yang dikembangkan meliputi pengolahan sumber daya alam di area pemukiman warga dan persawahan serta area tadah hujan, dengan menurunkan asupan kimia dan penggunaan pestisida kimia untuk tanaman padi dan jagung.

Sementara untuk lahan pemukiman, komunitas ini mendorong pembangunan rumah-rumah sayur organik untuk skala keluarga.

Saat ini, tercatat telah berdiri kurang lebih 130 unit green house yang memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah penduduk yang dikelola sebagian besar oleh ibu rumah tangga, dengan memanfaatkan kalender tanam yang disusun dan diatur secara cermat.

Hasil produk telah didistribusikan ke pasar modern dan restoran, sebagai produk organik berkualitas premium. Program pemberdayaan ini pun diharapkan dapat membantu ketersediaan pasokan bahan makanan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, penetapan Brenjonk sebagai desa wisata ini pun telah mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan, pihaknya akan terus mensupport pengembangan Kampung Brenjonk. Sejumlah investasi dan masterplan telah disiapkan untuk meningkatkan pengembangan potensi yang ada di Kampung Brenjonk.

"Kami telah menerbitkan Peraturan Bupati Mojokerto tentang Lokasi Pengembangan Kawasan Kampung Organik yang menetapkan Brenjonk sebagai salah satu kawasan wisata organik," tuturnya.

Pungkasiadi menambahkan, dalam pengembangan kawasan wisata organik, diperlukan kesadaran dan kerjasama dari masyarakat sekitar.

"Brenjonk tidak hanya memberdayakan masyarakat sekitar, namun juga telah berhasil mengubah perilaku masyakaratnya untuk peduli terhadap lingkungan. Sekarang, produksi tanaman organik Brenjonk tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan masyakaratnya sendiri, namun juga telah berhasil dijual ke konsumen luar," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved