Berita Surabaya

Cara Jitu Gubernur Jatim Soekarwo dan Istri Cegah Penyakit Stunting 

Cara Jitu Gubernur Jatim Soekarwo dan Istri Cegah Penyakit Stunting. Stunting atau penyakit gagal tumbuh kembang karena kekurangan nutrisi.

Cara Jitu Gubernur Jatim Soekarwo dan Istri Cegah Penyakit Stunting 
Surabaya.Tribunnews.com/Nurani Faiq
Gubernur Jatim Soekarwo dan Ketua PKK Jatim Nina Sokarwo dan beberapa bupati di Jatim siap mencegah stunting di Jatim, Jumat (14/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jatim Soekarwo bersama Deputi Kemenkes dan sejumlah bupati di Jatim mencanangkan gerakan pencegahan stunting di wilayah ini, Jumat (14/12/2018).

Mereka serentak melakukan kampanye gerakan pencegahan stunting atau penyakit gagal tumbuh kembang karena kekurangan nutrisi.

Soekarwo  didampingi Ketua PKK Jatim Nina Soekarwo dan pejabat Kemenkes serta para bupati itu siap mencegah penyakit stunting karena disebabkan kurang gizi ini.

"Pencegahan stunting itu penting," kata Gubernur Jatim Pakde Karwo memulai kampanye cegah stunting, Jumat (14/12/2018).  

Gerakan nasional mencegah stunting ini akan terus digelorakan hingga ke pelosok desa. Bahkan Pakde Karwo menyebut hingga tingkat dusun pun akan dilakukan pencegahan. 

Di Jatim ada 8.957 desa dengan jumlah dusun atau kampung mencapai lima kali lipatnya. Keberadaan balita di setiap kampung itu akan dipantau melalui Posyandu. 

Jatim sendiri memiliki 12.227 Taman Posyandu. Di taman ini sekaligus menjadi unit kesehatan untuk memantau perkembangan kesehatan anak beserta ibunya. Bahkan di Taman Posyandu juga ada PAUD. 

"Keberadaan Taman Posyandu ini mendapat apresiasi dunia. Ada layanan holistik tak hanya urusan kesehatan, tapi juga dilatih ibu mengurusi anak. Taman Posyandu ini akan efektif dalam mencegah stunting," tandas Pakde.

Gerakan kampanye pencegahan stunting ini dicanangkan mulai Jumat (14/12/2018) ini di Jatim. Kepada daerah dari Bangkalan, Sampang, Jember, Lamongan, dan daerah lain ikut dalam kampanye cegah stunting ini. 

"Bukan perkara daerah kami banyak anak kurang gizi. Namun gerakan cegah stunting ini adalah upaya bersama agar balita dan anak-anak kita tumbuh kembang secara sehat. Gerakan yang patut didukung," kata Bupati Lamongan Fadeli.

Pakde Karwo menekankan perlunya dilakukan kangkah untuk mencegah gagal tumbuh kembang balita. Baik fisik maupun mental untuk anak di bawah 5 tahun. Kekurangan gizi kronis rentan saat usia 40 hari hingga 100 hari kelahiran.

Bukan berarti hanya keluarga di kampung yang rentan stunting. Juga bukan semata-mata kurang asupan gizi dan dari keluarga tidak mampu. Tidak sedikit keluarga di kota karena pola asuh yang salah juga kena stunting.

Saat ini kampanye cegah stunting masih berlangsung. Selain menggelar senam stunting bersama, Ketua PKK Jatim Nina Soekarwo secara simbolis memberikan tablet tambah darah kepada pelajar SMA. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved